Serangan Ulat Grayak, Ratusan Hektare Jagung Petani Desa Renrua-Belu Terancam Gagal Panen

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tanaman jagung milik masyarakat Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu dengan luas lahan mencapai 360 hektarare terancam gagal panen.

Hal tersebut disebabkan oleh hama ulat grayak yang kini menyerang disetiap lahan perkebunan tanaman jagung milik petani di wilayah Desa Renrua wilayah Timor Barat perbatasan Negara Indonesia dengan Timor Leste.

Demikian dibenarkan Kepala Desa Renrua, Erwin Bau kepada media melalui handphone, Selasa (3/3/2020) sore.

Menurut Erwin, dirinya mendapat laporan dari petani pada Senin tanggal 2 Maret kemarin. Sesaat menerima laporan adanya serangan hama ulat di tanaman jaung, dirinya langsung turun ke lokasi lahan warga.

“Selesai terima laporan itu saya langsung turun pantau ternyata benar apa yang disampaikan oleh para petani ini hama ulat menyerang tanaman jagung,” ujar dia.

Menurut dia, dengan curah hujan yang tidak menentu ditambah lagi hama ulat ini membuat petani di wilayah desa Renrua akan sengsara yang mana mereka akan terancam gagal panen tanaman jagung akibat diserang ulat.

Menurut seorang petani Fransiska Aek, jagung miliknya diserang hama ulat sejak dua minggu lalu, dan kini jagung miliknya terancam gagal panen. “Hujan saja su tidak jelas ditambah lagi ulat makan jagung mati sudah kami mau makan apa?,” ungkap Erwin meniru ucapan dia.

Kepala Desa Renrua itu berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi ancaman gagal penan jagung ulah serangan ulat di wilayah desanya.

“Kami harap pemerintah bisa mengatasi hama ulat ini kalau tidak kami mati ini tahun,” ucap dia.

Terkait hal itu, saat ini dirinya mempersiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan anggaran penangan benca alam. “Curah hujan tidak menentu saat ini untuk taman lain susah untuk tumbuh dengan hasil yang baik harapan patrni saat ini hanya jangung dan kacang tapi untuk jagung sudah terancam gagal panen dengan adanya hama ulat ini,” kata Erwin.

Dirinya berharap dari Dinas Pertanian Kabupaten Belu dengan tim teknisnya bisa mendatangi atau turun ke kebun warga masyarakat desa Renrua untuk bisa memberikan solusi atas hama ulat itu.

“Dari pemerintah desa kami sudah turun lihat dan akan laporkan ke dinas teknis untuk penanganan lanjut. Antisipasi rawan pangan kita siapkan angaran melalui APBDes 2020,” jelas Erwin.