Munaslub Perpani: Tanggapan Perempuan Indonesia Maju Atas Terpilihnya Illiza Sa’abudin Djamal Sebagai Ketum Perpani

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Musyawarah Luar Bias Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Munaslub Perpani) untuk memilih ketua umum Perpani periode 2020-2022 usai sudah. Munaslub dilakukan karena jabatan ketua umum Perpani kosong sejak ditingalkan Kelik Wirawan Widodo akhir desember 2019. Illiza Sa’aduddin Djamal yang mendapat dukungan 24 Pengurus Propinsi ditetapkan sebagai calon tunggal. Secara aklamasi pimpinan sidang akhirnya menetapkan dirinya menjadi nahkoda baru dalam forum Munaslub Perpani.

“Karena ini tim verifikasi telah merekomendasikan kepada PB Perpani dan hanya satu calon Ketua Umum yang mendapatkan dukungan suara 50 persen plus satu, dan tidak ada calon lagi maka kita sepakatkah dalam forum rapat Munaslub ini kami tetapkan ibu Illiza sebagai ketua umum PB Perpani periode 2018-2022, setuju?” kata Ketua Sidang Munaslub Perpani, Hengki F.Sawaki di Beleza Suites Jakarta, kamis (27/2/2020).

Para peserta Munaslub dari 29 propinsi ramai-ramai berteriak setuju.“Setuju!” teriak peserta munaslub bagaikan paduan suara.

Tepuk tangan membahana setelah Srikandi dari Tanah Rencong Illiza S.Djamal ditetapkan sebagai ketum terpilih oleh pimpinan sidang Munaslub Hengki F.Sawaki. Illiza dipersilahkan masuk ruangan Munaslub. Politisi PPP ini disambut tepuk tangan dari peserta Munaslub saat memasuki arena Munaslub.

Terpilihnya Srikandi dari Tanah Rencong ini mendapat tanggapan dari berbagai pihak antara lain Lana T.Koentjoro, Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM). Ditemui di Restoran Beleza Suites, perempuan cantik yang selalu tampil dengan senyum khasnya menyampaikan rasa bangga dengan terpilihnya ketua umum Perpani dari kelompok gender.

“Terpilihnya ibu Illiza Sa’aduddin Djamal sebagai nahkoda baru Perpani, membawa rasa optimis bagi insan panahan Indonesia. PIM optimis Ibu Illiza mampu membawa cabang olag raga panahan menuju prestasi dunia”, tutur Lana T.Koentjoro.
Rasa optimis Lana cukup beralasan jika melihat dari kapasitas dan pengalaman Illiza di eksekutif dan legislatif. Mantan Walikota Banda Aceh yang kini menjadi wakil rakyat Aceh di Komisi X DPR RI, punya leadhership dan visi dalam besar dalam mengemban tugas sebagai Ketua Umum Perpani selama dua tahun ke depan.

“Saya cukup terkesan dalam sambutan perdana saat Munaslub menetapkan beliau sebagai Ketum secara aklamasi. Panahan sebagai salah satu cabang olah raga prioritas sangat tepat dipegang orang yang visioner. Sebagai Ketua PIM tentunya saya bangga dengan hadirnya Ibu Illiza sebagai Ketua Umum. Ini menunjukkan bahwa perempuan saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata, Perpani membutuhkan leadership yang kuat dan tegas. Ketegasan dan leadership beliau tampak saat dia menyampaikan sambutan perdana di arena Munaslub”, tutur Lana T.Koentjoro yang saat ini menjabat Wakabid Daerah PB Perpani.

Dengan hadirnya perempuan sebagai pucuk pimpinan PB Perpani, Lana berharap bisa memotivasi kaum hawa lebih banyak lagi agar mau terlibat dalam olahraga yang mengandalkan ketenangan dan konsentrasi, lanjut Lana.

Lana berharap dikepemimpinan ibu Illiza akan mampu melahirkan atlit-atlit handal yang mampu bersaing di level dunia, disamping pembangunan sentra pelatihan panahan seperti yang disampaikan Ibu Ketum pada sambutannya. Saya rasa dengan posisi Ibu Illiza di Komisi X DPR RI akan sangat membantu Perpani untuk mewujudkan pembangunan sentra pelatihan dan mudah-mudahan pendekatan beliau melalui Komisi yang membidangi olah raga dapat menambah anggaran bagi pembinaan atlit panahan. Memang butuh waktu tapi PIM yakin dengan pengalaman beliau di eksekutif dan legislatif hal ini bisa terwujud.

Tampil bagai macan podium, Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh dalam sambutannya menguraikan tentang potensi panahan demi mencapai prestasi.

Menurutnya seorang pemanah yang handal haruslah memiliki kepercayaan diri, mampu menggali kekuatan yang dimilikinya, mengkoordinasikan seluruh gerak, nafas dan perhatian, menjaga keseimbangan diri dan lingkungan, berusaha mengendalikan seluruh tantangan, fokus pada tujuan dan bersabar menentukan saat yang tepat untuk melepasklan panah menuju sasaran, tegas Illiza.

“Kedepan kita akan membuat rencana kerja, karena ada pekerjaan rumah yang harus kita jalankan yaitu Olimpic dan Pekan Olah raga Nasional di Papua. Karena itu restrukturisasi organisasi perlu dilakukan sehingga bisa mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan yang belum dilaksanakan dalam program Perpani”, tegas mantan Walikota Banda Aceh.

Sony Gatot Hariyanto Waketum Bidang Organisasi berharap dengan berakhirnya Munaslub ini Ketum Perpani segera menyelesaikan konsolidasi organisasi dan pembentukan tim nasional dalam rangka mempersiapkan diri menuju Olimpiade Tokyo. Ada setumpuk pekerjaan rumah yang segera diselesaikan oleh ibu Ketum, antara lain mengkonsolidasikan kepengurusan Perpani, sedangkan di Binpres beliau sudah harus segera mempersiapkan coach dan atlit untuk menghadapi Olimpiade Tokyo.

“Pengurus Besar Perpani dan Pengurus Provinsi solid akan mendukung perbaikan yang akan dilakukan ibu Ketum, untuk itu saya berharap kita mulai dengan lembaran baru, sama-sama bergandengan tangan sehingga di dua tahun kepemimpinan Ibu Illiza program yang sudah ditetapkan oleh PB Perpani dapat dieksekusi dengan baik”, tegas Sony di resto Raja Kondro Ampera, Jakarta Selatan.