Suami Istri WNA Asal Timor Leste Terdakwa Kasus 4.874 Butir Pil Ekstasi Divonis Masa Hukuman Berbeda

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pasangan suami istri WNA asal Timor Leste terdakwa membawa sebanyak 4.874 butir diduga pil ekstasi masuk ke Kabupaten Belu divonis berbeda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Atambua Kelas IB, Rabu (26/2/2020).

Kedua terdakwa atas nama Jose Soares Parera alias Jose (34) divonis 10 tahun penjara dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum 17 tahun. Sedangkan terdakwa Anjelina Soares alias Ansa (31) divonis 5 tahun penjara dari tuntutan JPU 17 tahun penjara.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Agung Gede Susila Putra bersama dua Anggota Hakim selain menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara, dua terdakwa juga dikenakan denda senilai Rp 1 miliar. Apabila tidak sanggup membayarnya, maka kedua terdakwa akan dikenakan kurungan selama setahun.

Terdakwa satu Jose dan terdakwa dua Ansa terlibat kasus membawa (kurir) narkotika jenis MDMA/ekstasi sebanyak 4.874 butir dari Timor Leste tujuan ke Indonesia diamankan oleh petugas Nea Cukai di PLBN Mota’ain, Desa Silawan, Kabupaten Belu.

Kedua terdakwa melanggara pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Narkotika junto pasal 55 ayat 1 KUHP. Selesai pembacaan putusan, Majelis Hakim memberikan waktu tujuh (7) hari kepada dua terdakwa untuk pikir-pikir dengan keputusan hakim.

Pantauan media, keluarga yang hadir tak mampu membendung air langsung menyambut pasangan suami istri dan memeluk keduanya sembari menangis. Satu per satu keluarga dari Timor Leste yang turut hadir dalam sidang putusan itu memeluk kedua terdakwa sembari memberikan penguatan.

Agen Konsulat RDTL di Kupang, Jesuino Dos Reis Matos bersama Agen Konsulat di Atambua serta Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten Belu, Kompol Apolinario Da Silva yang hadir turut berikan dukungan pada dua terdakwa.

Sementara itu, Jemi Haekase selaku Kuasa Hukum kedua terdakwa menuturkan, dirinya menghormati keputusan majelis hakim kepada dua terdakwa.
Putusan itu sesuai dengan kewenangan majelis dan sesuai dengan keyakinan majelis hakim yang diatur oleh undang-undang.

Dikatakan bahwa, sesuai undang-undang mereka (dua terdakwa,red) diberikan waktu tujuh hari untuk berpikir atas keputusan hakim pengadilan terhadap keduanya.

Haekase selaku Kuasa Hukum belum bisa mengatakan terima atau menempuh jalur hukum lainnya dari putusan majelis hakim. Pasalnya, hak menerima atau tidaknya atas putusan tersebut kembali ke dua terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, dua terdakwa Jose dan Ansa warga Negara Timor Leste diamankan Petugas Bea Cukai Atambua setelah terdeteksi alat security system X-Ray saat pemeriksaan di pintu PLBN Mota’ain, Kabupaten Belu, Rabu (29/5/2019) lalu.

Keduanya kedapatan membawa pil ekstasi sebanyak 4.874 butir jenis MDMA ke wilayah Indonesia. Taksasi nilai Narkotika tersebut kurang lebih Rp 4.874.000.000,00 atau Rp 4,8 miliar.