Pemerintah Timor Leste Bersyukur Putusan Pengadilan Atambua Sedikit Meringankan Dua Terdakwa

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Timor Leste merasa bersyukur dengan putusan Hakim Pengadilan Negeri Atambua Kelas 1B terhadap terdakwa pasutri warga Negara Timor Leste, Jose Soares Parera alias Jose (34) 10 tahun penjara dan Anjelina Soares alias Anja (31) 5 tahun penjara.

“Kalau dilihat dari putusan akhir pengadilan, kami merasa bahwa putusan ini sudah sedikit meringankan,” ujar Agen Konsulat RDTL di Kupang, Jesuino Dos Reis Matos mewakili Pemerintah Timor Leste kepada awak media usai sidang di PN Atambua, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Rabu (26/2/2020).

Karena, jelas Jesuino melihat dari kronologi perkara itu sebenarnya mereka bukan kurir dan dimanfaatkan. Tapi itu sudah hukum Indonesia memberikan putusan yang meringakan dua terdakwa.

“Kami merasa inilah jerat hukum yang seharunya mereka terima. Tapi, keputusan yang tadi masih memberikan peluang kepada pihak keluarga bagaimana menerima atau tidak putusan,” ujar dia.

Pada prinsipnya, kami atas nama Pemerintah Timor Leste bersama keluarga terdakwa dan pengacara terdakwa akan merembuk bagaimana proses selanjutnya. Apakah putusan ini sudah bisa, kita akan coba lagi karena denda untuk mereka besar sekali perorang 1000 dolar atau 1 miliar.

Lanjut Jesuino, denda yang diberikan kepada dua terdakwa ini akan dibicarakan di tingkat Pemerintah Timor Leste dengan mempertimbangkan kembali peran kedua terdakwa tersebut yang bukan sebagai kurir tapi dimanfaatkan.

Masih menurut dia, kita melihat dengan peristiwa mereka ditangkap dari saksi saksi yang ada itu sebenarnya mereka tidak tahu menahu dan akhirnya terjebak. Sementara pelaku utama sudah ditahan di Timor Leste.

“Kami mohon kalau bisa pihak Hakim pengadilan Atambua bisa ke Timor Leste lebih menginterviuw si pelaku yang sebenarnya, supaya mereka dua ini yang dimanfaatkan bisa diringankan karena mereka berdua ini tidak tahu apa-apa,” pinta Jesuino didampingi Agen Konsulat RDTL di Atambua.