Tipikor Polres Belu Puldata dan Pulbaket Kasus Maek Bako

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penyidik Tipikor Polres Belu sementara melakukan pengumpulkan data dan pengumpulan keterangan terkait kasus Maek Bako atau Porang di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Sesuai pantauan media, hari kedua Selasa (25/2/2020) kurang lebih pukul 11.00 Wita, nampak PPK progam Maek Bako Petrus Bone dan Gele selaku kontraktor pelaksana CV The Chalvin berada dalam ruangan Tipikor Polres Belu.

Keduanya dipanggil penyidik Polres Belu guna melakukan klarifikasi terkait kasus Maek Bako. Dimana maksud klarifikasi itu penyidik mengambil keterangan berupa dokumen-dokumen dari PPK dan pelaksana kontraktor.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, hari ini kita lanjut klarifikasi dengan PPK dan kontraktor sebagai bahan monitoring mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi terkait dengan Maek Bako.

“Tadi kita lanjut klarifikasi karena kemarin itu sampai jam 5 sore. Hari ini keduanya masih berikan keterangan di Tipikor sejak jam 9 pagi hingga siang,” sebut dia kepada awak media.

Dikatakan Siregar, pihaknya kerja fokus dengan penanganan kasusnya dan agenda kedepan akan turun ke lapangan satu persatu guna melakukan kroscek data.

“Masih proses, kita masih dalami, kita akan melihat karena masih penyelidikan. Kalau kita ketemu indikasi korupsi kita ga ada beban kita gas,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Senin (24/2) kemarin penyidik Tipikor Polres Belu mulai melakukan penyelidikan terkait kasus proyek Maek Bako Dinas TPHP Kabupaten Belu dimana pengadaannya sejak 2017 hingga 2019.

Pantauan media di Mapolres Belu, pukul 14.30 nampak PPK proyek maek bako Petrus Bone mengenakan seragam dinas (keki) bersama Gele kontrakan CV De Chalvin kenakan baju biru, celana panjang crem tas menyamping datangi ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Keduanya memenuhi panggilan dan mendatangi Kantor Tipikor pukul 09.00 Wita.

Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap PPK dan kontraktor proyek Maek Bako guna melakukan klarifikasi.

Dikatakan, sementara pihaknya mengambil keterangan, dokumen-dokumen masih kita minta pada yang terkait, baik dari PPK sendiri maupun dari pelaksana kontraktor. “Sementara masih kita analisa dokukem-dokumennya. Kalau nanti ada pelanggarannya akan kita proses tuntas,” ujar dia.

Diketahui, PPK Petrus Bone dan pelaksana CV De Chalvin Gele terkait proyek maek bako program pada Dinas TPHP Belu mendatangi unit Tipikor Polres Belu sejak pagi pukul 09.00 Wita sesuai undangan yang dikeluarkan penyidik.

“Jadi mereka tadi datang dari pagi, karena panggilan kita jam 9. Kita minta dokumen pengadaan dan klarifikasi kronologi,” pungkas Siregar.

Untuk diketahui pengadaan belanja bibit maek bako pada Dinas TPHP Kabupaten Belu tahun 2017 hingga 2019 lalu menggunakan anggaran APBD Belu sebesar Rp 3 miliar lebih oleh CV De Chalvin bersama juga dua CV lainnya.