Polres Belu Panggil PPK dan Kontraktor Proyek Maek Bako

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Proses penyelidikan terkait kasus proyek Maek Bako atau dikenal Porang program pada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu tahun 2017 dan 2018 mulai dilakukan pihak Polres Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Pantauan media di Mapolres Belu, Senin (23/2/2020) pukul 14.30 nampak PPK proyek maek bako Petrus Bone mengenakan seragam dinas (keki) bersama Gele kontraktor CV De Chalvin kenakan baju biru, celana panjang crem tas menyamping datangi ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap PPK dan kontraktor proyek Maek Bako guna melakukan klarifikasi.

Menurut Siregar, sementara ini pihaknya mengambil keterangan dulu, dokumen-dokumen masih kita
minta pada yang terkait, baik dari PPK sendiri maupun dari pelaksana kontraktor.

“Sementara masih kita analisa dokukem-dokumennya. Kalau nanti ada pelanggarannya akan kita proses tuntas,” ujar dia kepada awak media saat ditemui di ruangan Sat Reskrim.

Ketika ditanyai berapa lama prosesnya, jelas Siregar tergantung kebutuhan, dokumen apa saja yang diperlukan sambil koreksi di lapangan karena ini tersebar di banyak kelompok masyarakat sambil kita cek ke lapangan.

Diketahui, PPK Petrus Bone dan pelaksana CV De Chalvin Gele terkait proyek maek bako program pada Dinas TPHP Belu mendatangi unit Tipikor Polres Belu sejak pagi pukul 09.00 Wita sesuai undangan yang dikeluarkan penyidik.

“Jadi mereka tadi datang dari pagi, karena panggilan kita jam 9. Kita minta dokumen pengadaan dan klarifikasi kronologi,” pungkas Siregar.

Untuk diketahui pengadaan maek bako pada Dinas TPHP Kabupaten Belu tahun 2017 dan 2018 lalu memakan anggaran APBD Belu sebesar Rp 3,775.000.000. Selain CV De Chalvin, ada juga dua CV yang tangani proyek tersebut.