Paket “AG” Nyatakan Keseriusannya Maju Pilkada Mabar 2020

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Konstelasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur semakin meramaikan publik. Kasak-kusuk sebelum atau jelang penetapan pasangan calon tetap oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mabar tentang siapa-siapa Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan resmi bertarung pada Pilkada Mabar 2020 mulai muncul ke permukaan.

Salah satunya, pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, Adrianus Garu bersama Anggalinus Gapul atau yang diakronim paket “AG”. Walaupun belum memastikan partai pengusungnya, namun paket ini telah resmi menyatakan kesiapannya untuk maju pada Pemilukada Mabar mendatang.

Kesiapan itu disampaikan, Balon Bupati Paket “AG” Adrianus Garu pada acara “NGOPI” (Ngobrol Pintar) bareng relawan “AG” untuk Mabar yang damai yang digelar di kediaman Balon Wabup, Anggalinus Gapul yang beralamat di Batu Cermin, Jum’at (21/2/2020) malam.

“Saya mau menyatakan bahwa paket “AG” siap berkompetisi pada pesta demokrasi Mabar 2020 ini,” tegas Adrianus Garu.

Sebelumnya, Balon Wabup, Anggalinus Gapul dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih kepada Balon Bupati, Adrianus Garu atas kepercayaannya memilih dirinya untuk mendampinginya pada Pilkada Mabar mendatang.

“Saya berterima kasih kepada pak Andre karena saya dipercaya untuk menjadi wakil Bupatinya. Sebagai manusia tentu kami memiliki kelemahan diberbagai aspek kehidupan. Mari bersama rakyat kita bangun Manggarai Barat ini menuju Manggarai Barat yang lebih baik dari sekarang,” ajaknya.

Sementara, Balon Bupati Adrianus Garu, mengatakan, politik hanyalah sebuah kesempatan bukan sesuatu yang istimewah. Berbeda pilihan politik merupakan ciri khas demokratisasi. Tetapi yang terpenting adalah beradu gagasan konstruktif bukan saling menjelekan atau menjatuhkan satu sama lainnya.

Paket “AG” juga mengajak seluruh masyarakat untuk kedepankan etika politik santun dan penuh damai. “Mari kita kedepankan politik santun dan penuh damai,” ajak pria yang akrab disapa Andre itu.

Andre juga mengakui, bahwa pemerintahan sebelumnya telah banyak berbuat untuk Mabar, hanya saja speednya berbeda. “Bupati sebelumnya sudah bekerja dengan baik tetapi speednya kita lebih cepat nantinya,” ungkap Andre.

Andre juga menawarkan 9 (Sembilan) program kerja paket “AG” jika terpilih menjadi orang nomor satu di Mabar nantinya. Diantaranya, tunjangan perbaikan penghasilan/kinerja bagi PNS dari staf sampai Sekda sebesar 5 kali tunjangan penghasilan sebelumnya, termasuk guru, tenaga medis, PPL dan kenaikan gaji para kepala desa beserta staf satu kali gaji guna mendorong percepatan kerja dan peningkatan kapasitas pelayanan public.

Penataan kota Labuan Bajo menuju kota internasional. Penguatan infrastruktur dasar jalan air bersih irigasi dan perumahan bagi keluarga tidak mampu. Pembangunan rumah adat dan rumah ibadah bersumber dari APBD secara bertahap. Penguatan sector pertanian, perikanan, pariwisata, peternakan, perindagkop, dan UKM.

Prioritas pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS. Bebas biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan seluruh perijinan usaha untuk mempercepat investasi guna mendukung program Mabar menjadi Bali baru. Bebas biaya SPP bagi anak sekolah dari SD sampai SMP. Beasiswa kuliah prestasi bagi lulusan terbaik SMA dan SMK ke jenjang perguruan tinggi.

Hadir pula pada kesempatan itu, mantan wakil Bupati Mabar periode 2010-2015, Maksi Gasa. Dihadapan paket “AG”, dirinya menyampaikan apresiasi atas semangat kedua figure tersebut karena mengedepankan etika politik santun dan penuh damai serta penuh gagasan konstruktif dalam rangka membangun Mabar kedepannya.

“Ini yang saya tunggu. Saya tidak ingin melihat lagi kondisi Mabar beberapa tahun lalu yang konflik politiknya begitu tinggi. Ini yang harus dihilangkan. Tetapi mari kita bertarung gagasan. Karena salah satu factor buruknya kinerja pemerintah karena itu. “AG” ini bukan mengurus diri sendiri tetapi urus Mabar. Sayang kalau tidak diurus dengan baik,” ungkap Gasa.

Kuncinya, lanjut Gasa, pemimpin Mabar harus mempersiapkan betul jangan sampai dia menjadi penonton di daerahnya sendiri. Dan yang terpenting, pemimpin memiliki komitmen dan perasaan, tutupnya.