Uskup Dominikus Minta Polsek Insana Serius Tangani Kasus Penghinaan Terhadap Imam Katolik

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dr Dominikus Saku Pr meminta Kapolsek Insana serius menangani kasus penghinaan terhadap Imam Katolik Keuskupan Atambua, yang telah dilaporkan umat pada Oktober 2019 lalu.

Kepada dua pengacara Gereja Katolik Keuskupan Atambua dan media ini, Uskup Dominikus menyampaikan bahwa penegakan hukum harus dimulai dari penegak hukum itu sendiri sehingga ada keadilan bagi para korban.

“Penegakkan hukum harus didahului oleh para penegak hukum bukannya didiamkan. Jika didiamkan maka semua orang yang mekakukan kejahatan akan merasa aman – aman saja lantaran tidak ada laporan kasus yang ditindaklanjuti “, tegas Uskup Dominikus di Istana Keuskupan Atambua belum lama ini.

Uskup Dominikus kecewa, Pihak Kepolisian Sektor Insana yang terkesan lamban menangani laporan umat.

Ia menilai, jika suatu tindakan kejahatan didiamkan berarti tidak akan ada keadilan. “Polisi tahu bahwa kasus itu sudah dilaporkan sejak Oktober tahun lalu. Yang namanya kejahatan itu harus ditindak, kalau tidak ditindak maka tidak akan ada keadilan bagi yang tertindas”.

Sementara Kapolsek Insana, Ipda Djibrael Daud Daka Besi tidak berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi media ini tidak pernah direspon. Saat umat mendatangi Polsek Insana, Kapolsek Daka Besi yang berada di tempatpun tidak menemui umat. Umat diterima Aipda Barry Gwedjor, yang saat itu menjabat sebagai Kanitres Polsek Insana.

Sebelumnya diberitakan, Gregorius Taneo alias Goris, umat Paroki Kiupukan Kecamatan Insana kabupaten Timor Tengah Utara dipolisikan umat Paroki setempat, terkait tindak Pidana Penghinaan yang dilakukannya pada Senin (16/9/2019) lalu terhadap Pejabat Gereja, Romo Donatus Teda, Pr.

Dalam rekaman video keributan yang ditonton, terlihat dan terdengar dengan jelas terlapor berteriak tidak mengakui Gereja dan tidak butuh Gereja. “Saya tidak butuh Gereja, gereja – gereja semua penipu umat, saya tidak butuh lu…lu Imam yang urat malunya sudah putus. Lu urat malu sudah putus”, teriak Goris berulang kali di depan umat sambil menunjuk korban dan berlagak ingin memukul korban, sesuai yang ditonton dalam video viral berdurasi 1 menit 34 detik.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Insana oleh Isak Tikneon, umat Paroki Kiupukan pada Senin (28/10/2019).

Baca juga : Kasus Penghinaan Terhadap Pastor Paroki, Kuasa Hukum Bersama Seratus Lebih Umat Datangi Polsek Insana

Mandeknya penanganan kasus tersebut sempat membuat seluruh umat Paroki Kiupukan marah dan mendatangi Polsek Insana pada Selasa (10/01/2020).

Umat mendesak agar pihak Kepolisian Sektor Insana segera menindaklanjuti laporan kasus tersebut.