DPRD Dorong Pemkab Lakukan Terobosan Antisipasi Ancaman Gagal Tanam di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonedia Raya(Gerindra) DPRD Belu, Januaria Awalde Berek angkat bicara terkait ancaman gagal tanam sawah di wilayah Kabupaten Belu.

Antisipasi ancaman gagal tanam ribuan hektar sawah akibat dari curah hujan yang tendah, diminta kepada Pemerintah Belu untuk melakukan terobosan terkait situasi sulit yang saat ini dihadapi petani di kabupaten Belu.

Demikian Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonedia Raya(Gerindra) DPRD Belu, Januaria Awalde Berek kepada media kemarin di gedung DPRD Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Dikatakan, dengan kondisi curah hujan yang tidak menentu hingga pertengahan Februari 2020 mengakibatkan petani di Belu belum bisa mengolah lahan sawah untuk ditanami padi.

Kondisi ini bisa jelas mantan Ketua DPRD Belu periode 2014-2019 itu mengakibatkan gagal panen dan kelaparan. Oleh karena itu diminta agar pemerintah harus melakukan terobosan dengan membuat program tanam komoditi yang bisa membantu petani di Belu.

“Kita minta pemerintah supaya memfasilitasi petani untuk menanam komoditi yang tidak membutuhkan banyak air dan bisa dipanen. Terutama kegiatan yang bisa dikerjakan hingga musim tanam tahun depan,” pinta dia.

Dikatakan, Pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Belu diminta untuk melakukan pengadaan bibit seperti jagung,kacang dan ubi yang bisa dikembangkan petani.

“Pengadaan bibit dimaksud bisa menggunakan dana cadangan pada APBD. Solusi untuk mengatasi kesulitan petani karena iklim yang tidak mendukung ini adalah harus merubah pola tanam,” ujar Walde.

Hal serupa diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa bahwa pada postur APBD Belu 2020 terdapat anggaran pengadaan Bibit di Dinas Pertanian.

Terkait anggaran itu diminta agar Dinas teknis terkait melakukan identifikasi kebutuhan petani di lapangan dan menyiapkan bibit bagi petani karena hingga pertengahan Februari 2020.

“Sebagian besar petani di Belu belum mengolah lahan sawahnya. Selain itu, jagung milik petani yang sudah ditanam terancam gagal panen karen curah hujan yang sangat minim,” papar dia, Jumat (21/2/2020) kepada media.

Politisi Golkar itu mempersilahkan Dinas terkait melakukan penjabaran APBD dengan mengalihkan ke pengadaan benih yang dibutuhkan petani sesuai keadaan iklim di Belu saat ini seperti kacang atau hortikultura.

Akui Theo Manek, setelah melakukan kunjungan kerja di beberapa kecamatan di kabupaten Belu bersama sejumlah anggota DPRD Belu ditemui sebagian besar lahan pertanian milik masyarakat belum diolah karena kondisinya masih kering.

“Apabila Dinas teknis lambat melakukan penjabaran ABPBD maka bisa mengakibatkan pada terlambatnya pelaksanaan kegiatan yang berdampak pada petani di kabupaten Belu,” kata Anggota DPRD dua periode itu.