NTT Tampilkan Patung Komodo Pada Festival Bunga di Equador

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah pusat menunjuk NTT mewakili Indonesia untuk menjadi peserta pada kegiatan festival bunga tahun 2020 yang diselenggarakan di Quito Equador.

Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi sampaikan ini dari Quito Equador, Kamis (20/02/2020).

Nae Soi menjelaskan, dalam parade mobil hias, wakil NTT menampilkan Patung Komodo dan Alat Musik Sasando. Sejumlah penari asal NTT khususnya dari Sanggar Ori Angu Sumba Timur.

“Dengan pakaian tenun khas NTT, para peserta menampilkan kebolehannya yang memukau negara-negara peserta festival dan ribuan masyarakat di Quito Equador,” kata Nae Soi.

Ia mengatakan, kehadiran NTT tidak saja mengambil bagian di acara Festival Bunga. Tapi lebih dari itu, ingin bekerjasama dan saling membagi pengalaman dalam mengurus taman nasional. Equador dan Indonesia sama-sama dianugerahi dua taman nasional yang indah dan mempesona bahkan ajaib.

“Equador memiliki Taman Nasional Galapagos yang terkenal di dunia dengan Penyu Raksasanya beserta keseluruhan ekosistemnya yang terkontrol dengan sangat bagus. Sedangkan Indonesia khususnya NTT memiliki Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat yang sangat eksotik, mempesona dunia dengan biawak purba (Varanus Komodoensis) dengan ekosistemnya yang sangat indah dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban di dunia,” papar Nae Soi.

Dengan adanya kesamaan taman nasional itu, lanjutnya, kedua pemerintah bisa bekerjasama untuk saling membagi pengalaman. Juga saling membagi pengetahuan dalam mengelola taman nasional yang populer secara mondial.

Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru mengatakan, Nae Soi didampingi isteri, diterima Duta Besar RI untuk Equador, Diennaryati Tjokrosuprihatono. Selain itu, dijamu makan malam oleh pemerintah setempat di Le Parc.

Ikut hadir Mr. Gabriel Sommerfield (Charles Darwin Foundation), Amb Laura Donoso (Undersecretary for Asia, Africa and Oceania Kementerian Equador), Alfredo Carrasco Valdivieso (CDF Foundation) dan Pamela seorang aktivis dan pegiat lingkungan.

“Setiap tahun Equador menyelenggarakan festival bunga. Tahun 2019 Tari Topeng Ireng dari Kabupaten Boyolali Indonesia dipilih menjadi tarian pembuka dan dilanjutkan dengan penampilan Balawan serta Batuan Ethnic Fushion. Sedangkan tahun 2020, NTT dikirim mewakili Indonesia,” ungkap Valeri.

Untuk diketahui, secara geografi, Equador terbagi atas wilayah Lautan Pasifik yang mencakup La Costa di sepanjang pantai. La Sierra di mana Sierra berarti gergaji, merupakan kawasan pegunungan termasuk Pegunungan Andes.

El Oriente (berarti timur) meliputi hutan- hutan Amazon di Timur, mempunyai lima persen penduduk Equador dan Kepulauan Galapagos seluas 1.000 kilometer persegi terletak di barat, dalam Lautan Pasifik. Ibu kota Equador Quito terletak di wilayah Sierra. Kota terbesar ialah Guayaquil yang terletak di Guayas dalam pantai Cotopaxi.(ntt-lr)