Praka Yanuarius, Korban Jatuh Heli di Papua Akan Dimakamkan di Kampung Halaman Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho mendatangi rumah orang tua Praka Yanuarius Loe di Dusun Seo A, Desa Rinbesi Hat Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Minggu (16/2/2020).

Diketahui, almarhum Praka Yanuarius Loe merupakan Anggota Yonif 725/Woroagi yang menjadi salah satu korban dari 12 orang dalam kecelakaan Helly Kopter MI 17 saat melaksanakan tugas di Provinsi Papua pada Juni 2019 lalu.

Kedatangan Dandim Belu Letkol Ari Nugroho ke rumah duka Almarhum Praka Yanuarius Loe terkait dengan persiapan sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga terkait dengan prosesi lokasi pemakaman almarhum.

Letkol Inf. Ari Nugoro selaku Dandim 1605/Belu dan keluarga Kodim 1605/Belu menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Praka Yanuarius Loe pada saat melaksanakan tugas di wilayah Provinsi Papua perbatasan dengan Negara Papua Nugini.

Almarhum Yanuarius Loe yang meninggal saat melaksanakan tugas negara di daerah operasi di Provinsi Papua mendapatkan perhatian penuh dari negara dengan dinaikan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi dari Pratu menjadi Praka.

Almarhum Praka Anumerta Yanuarius Loe juga mendapatkan kehormatan dari negara untuk dapat dimakamkan di TMP (Taman Makam Pahlawan).

Sementara itu Kepada Desa Renbesihat Gregorius Ulu mewakili pihak keluarga menyampaikan, pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian pimpinan TNI atau dalam hal ini adalah negara yang telah memberikan perhatian penuh kepada anak, kakak, saudara kami (almarhum, red) yang telah menjadi korban dalam peristiwa jatuhnya Helly MI 17 tahun lalu.

Pihak keluarga jelas dia, memaklumi bahwa peristiwa ini adalah rencana Tuhan sehingga dengan hati yang tulus dan ihklas menerima terjadinya peristiwa ini. Namun permintaan kami pada saat Jenazah tiba, agar peti Jenazah harus dibuka karena kami mau melihat jenazah saudara kami untuk yang terakhir kalinya dalam kondisi seperti apapun.

Turut dampingi Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ari Nugroho dalam peninjauan itu, Pasi Ter, Pasi Intel, Danramil 1605-08/Haekesak, Danramil 1605-07/Wedomu, Danramil 1605-06/Halilulik. Sementara dari pihak keluarga Almarhum, Fransiskus Loe bapak kandung, Elisabeth A. Dahu ibu kandung, saudara-saudari kandung, Kepala Dusun Seo A serta masyarakat dusun setempat.

Sebelumnya, informasi yang diperoleh, Jumat (14/2/2020) piihak Biddokkes Polda NTT bersama tim yang mendampingi melakukan pengambilan sampel darah (DNA) dari kedua orang tua dari Pratu Yanuarius Loe korban Heli TNI-AD yang jatuh di Provinsi Papua tahun lalu.

Proses penggambilan sampel DNA kedua orang tua almarhum Anggota Yonif 725/Woroagi disaksikan oleh Babinsa Desa Rinbesihat, Babinkamtibmas, RT serta pihak keluarga Almarhum.

Untuk diketahui, bangkai Heli Kopter ditemukan pada Jumat, (14/2/2020) kemarin. Heli tersebut mengangkut 12 prajurit TNI saat bertugas di Papua, salah satunya merupakan Praka Yanuarius Loe.