Bus Bantuan Kemenhub Belum Beroperasi Sampai Saat Ini

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Perhubungan Kota kupang, Bernadinus Mere mengatakan, beberapa waktu lalu, tepatnya tahun 2018, pihaknya mendapatkan bantuan 5 unit bus dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Namun karena terkendala kepengurusan administrasi kendaraan, maka bus ini belum bisa beroperasi sampai sekarang.

Bernadinus Mere mengatakan, sampai saat ini bus yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan ini tidak bisa difungsikan, karena plat nomor kendaraan masih plat merah, sementara untuk melayani publik atau menjadi angkutan umum dalam kota, maka bus harus plat kuning.

Bernadinus Mere mengaku, untuk angkutan umum dalam Kota Kupang maka tentunya pihaknya harus mengurus agar kendaraan ini memiliki plat kuning, karena sekarang masih plat merah. Menurutnya, pada tahun 2019 lalu kemarin telah dianggarkan untuk kepengurusan semua administrasi kendaraan bus ini, namun anggaran tersebut hanya untuk mengurus administrasi dari plat putih ke plat merah saja.

Selain karena faktor ini, kata Mere, shelter-shelter untuk bus ini juga belum ada, sehingga perlu dibuat. Jadi untuk saat ini memang bus ini belum bisa dimanfaatkan.

Dia mengaku, untuk mengurus administrasi kendaraan bus ke plat kuning, maka Dinas Perhubungan akan kembali mengusulkannya pada anggaran perubahan tahun 2020 nanti.

Terpisah, Ketua Komisi Tiga DPRD Kota Kupang, Tellendmark Daud mengatakan, untuk mengurus semua administrasi kendaraan bus ini, pada sidang anggaran perubahan tahun 2019 lalu, telah dialokasikan anggaran sebesar 300 juta rupiah lebih, untuk mengurus semua administrasi kendaraan, namun sampai sekarang belum juga berjalan.

Tellend menjelaskan, komisi tiga DPRD Kota Kupang juga meminta Dinas Perhubungan agar memastikan secara baik, rute atau jalur mana saja yang selama ini belum dijangkau oleh angkutan umum.

Dia menjelaskan, jalur-jalur baru yang akan dilayani oleh kendaraan bus ini adalah, Oebufu menuju ke Naimata, Oebufu ke BTN Kolhua, Sikumana, Naioni, dan beberapa wulayah lain yang belum terjangkau selama ini dengan angkutan umum.

Menurut Tellend, mobil ini sudah dua tahun tidak difungsikan, karema bus ini didapat pada tahun 2018 lalu, sangat disayangkan, kendaraan ini hanya diparkirkan saja, dikhawatirkan saat dioperasikan malah bus ini sudah ada kerusakan, baik dari mesin maupun perlengkapan lainnya, dan tentunya membutuhkan biaya perawatan lagi.

Dia juga meminta kepada Pemerintah Pusat agar jika ingin memberikan bantun kendaraan, maka sebaiknya diurus sekaligus dengan semua surat-suratnya, jangan memberikan beban baru bagi pemerintah daerah.

Selaim itu, Telend berharap agar masyarakat ikut mendukung semua program pemerintah untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat. Pasalnya, beberapa kali ada bus yang coba untuk melayani di rute-rute yang selama ini belum dijangkau, malah ada protes dari masyarakat dan akhirnya pelayanan pemerintah menjadi macet. (ntt-ym)