Gubernur VBL : Wakil Bupati Belu Rasa Bupati, Ose Luan Pemimpin Bijak

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Bupati Belu rasa Bupati. Wakil Bupati Belu orang hebat, bijaksana, punya kemampuan masa depan yang hebat.

Demikian ungkap Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat disambut tepukan tangan peserta Rapat Kerja Gubernur NTT bersama Pemkab Belu, Rabu (10/2/2020) di graha kirani Atambua.

“Memang menurut saya Bapak Ose Luan mampu membawa belu lebih baik. Kita doakan bersama, urusan politik, urusan Bapak Ose Luan, saya tidak urus,” ujar dia.

Dalam rapat kerja Gubernur bersama Bupati, para Camat, Lurah, Kades, okoh agama, tenaga kesehatan, dan pendidikan se-Kabupaten Belu, VBL mengatakan saat ini NTT masih berada pada posisi peringkat ketiga termiskin di Indonesia dengan prosentase 20% lebih.

Untuk keluar dari zona tersebut VBL meminta semua elemen terutama pemerintah untuk bekerja dengan pikiran, hati dan tindakan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu,gereja dan masyarakat juga diminta untuk ikut berkerja secara aktif.

“Saya minta gereja juga terlibat, masyarakat juga terlibat, dan LSM juga aktif karena itu namanya bekerja kolaboratif”, ujar dia.

Diminta agar semua elemen berpikir kolaboratif dan bekerja bersama guna mengatasi sejumlah persoalan pelik di NTT khususnya masalah yang tengah dihadapi masyarakat dan pemerintah kabupaten Belu saat ini.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian Gubernur VBL selama dua hari di Belu yakni masalah stunting, masalah pendidikan, masalah pertanian dan pariwisata sebagai prime mover ekonomi di NTT.

Karena itu, perlu ada sebuah pemikiran dan gerakan baru dalam pelayanan publik karena antara hati dan otak tidak cocok,dimana VBL menilai selama ini pemerintah merencanakan dan mengerjakan sesuatu tidak sinkron.

Untuk dapat mencapai perubahan, apa yang dikerjakan pemerintah daerah harus sesuai dengan program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) sebab apabila bekerja di luar apa yang direncanakan maka sama artinya bekerja tanpa rencana.

“Propinsi ini harus mulai berubah mulai saat ini. Apa yang sudah direncanakan harus dikerjakan dan dievaluasi hasilnya sampai dimana, kekurangannya dimana. Itu namanya melakukan manajement dengan baik,” tandas dia.

Selain masalah stunting, gubernur meminta semua element terutama Polres Belu untuk memberantas judi karena menurut Gubernur, judi menjadi salah faktor yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah di Belu.

Terkait pemberantasan judi di Belu, mantan Anggota DPR RI itu menyatakan perang terhadap judi dan setelah selesai melakukan kunjungan kerja,ia akan langsung menggelar rapat bersama Danrem dan Kapolda NTT.

“Angka kemiskinan kita masih di atas 20%. Angka stunting kita masih tinggi. Walaupun menurun tapi masih sedikit. Karena itu, perlu kerja dengan hati dan jangan malas,” tegas Gubernur VBL.

Selain itu disampaikan kepada seluruh Kepala Desa diminta untuk ditahun 2021 untuk mulai menyiapkan program air bersih sehingga di tahun 2022 kita menuju desa air bersih sehingga cukup air bersih langsung minum.

Gubernur VBL juga menegaskan, kita harus merubah cara berpikir. Kerja harus menggunakan akal, hati dan searah. Orang NTT itu pintar yang kurang itu hatinya. Kalau kerja harus benar. “Kerja rencana harus betul, jangan hanya asal ngomong harus pastikan. Uang nagara patut dipertanggungjawabkan,” kata dia.