RSUD Atambua Rawat 50 Pasien DBD, 25 Pasien Asal Kabupaten TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam tiga bulan terkahir sejak bulan Desember 2019 sampai 10 Februari 2020 sebanyak 50 pasien Demam Berdarah (DBD) yang dirawat oleh pihak RSUD Mgr.Gabriel Manek, Svd Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Dari 50 pasien DBD yang dirawat merupakan pasien DBD yang dirujuk dari sejumlah Puskesmas di wilayah Belu dan disominasi pasien rujukan dari Puskesmas Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Atambua, dr. Elen Corputty kepada media, Senin (10/2/2020) .

Menurut dia, di bulan Desember 2019 rumah sakit Atambua mewarat sebanyak 25 pasien DBD. Di bulan Januari 2020 ada 19 pasien yang dirawat dan sejak 1 hingga 5 Februari 2020 sudah terdapat enam pasien yang dirawat di RSUD Atambua.

“Total pasien DBD yang dirawat sebanyak 50 orang dan telah sembuh. Kebanyakan pasien yang dirawat rujukan dari Ponu Kabupaten TTU,” sebut Corputty.

Sepanjang Bulan Desember dan Januari, pasien DBD didominasi pasien yang dirujuk dari Puskesmas Ponu. Sementara itu di Januari kemarin total 19 pasien DBD yang dirawat, 13 diantaranya berasal dari Ponu, TTU, dan penderita dari anak-anak hingga orang dewasa.

Lanjut Corputty, langkah yang diambil pihaknya guna mencegah kasus DBD yakni dihimbau kepada seluruh warga untuk menerapkan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) terutama lingkungan sekitar rumah.

“Kebersihan lingkungan luar dalam rumah penting. Botol dan wadah bekas yang berpotensi menampung air harus dimusnahkan. Promosi kesehatan itu tugasnya puskesmas, masyarakat harus terapkan PHBS, botol bekas dan tempat yang menampung air harus dikosongkan dan kebersihan rumah baik luar dan dalam penting,” pinta Corputty.