Kantongi Izin Operasional, Incenerator RSUD Atambua Mulai Beroperasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Incenerator atau alat pengelola limbah padat medis bahan beracun (B3) milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, Svd Atambua kantongi izin operasional.

Dengan mengantongi izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, incenerator Rumah Sakit di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL resmi beroperasi melayani
pengelolaan limbah medis.

“Izin operasional inceneratornya sudah kita terima dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta tanggal 5 Februari lalu,” ujar Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, Svd, dr. Elen Corputty ketika dihubungi media, Senin (10/2/2020).

Menurut mantan Kepala Puskesmas Atambua Selatan itu, pihak RSUD Atambua tidak sendiri saat menerima izin operasional incenerator dari Kementerian, tapi bersama-sama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu.

Dikatakan, izin operasional pengelolaan limbah telah mendapat persetujuan dari Kementerian. Keberhasilan RSUD memiliki incenerator hingga kantongi izin tidak terlepas dari kerja keras Direktur sebelumnya.

“Incenerator RSUD Atambua mulai beroperasi dan satu-satunya Rumah Sakit Pemerintah di wilayah NTT yang memiliki incenerator,” ujar mantan Kepala Puskesmas Kota itu.

Lanjut dia, nantinya limbah medis di seluruh Puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Belu akan dikirim ke incenerator Rumah Sakit Umum Atambua untuk selanjutnya diolah.

“Kita sampaikan ke seluruh Puskesmas yang ada untuk limbah B3 diolah di RSUD. Namun, kita masih akan komunikasi dengan dengan dinas teknis, karena limbah diangkut ada izin khususnya,” ungkap Corputty.