Penyelundupan Masih “Marak” di Perbatasan Mota’ain, Indonesia-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penyelundupan barang ilegal di wilayah Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu perbatasan Negara Indonesia dengan Timor Leste masih “marak”.

Informasi yang berhasil dihimpun media dari berbagai sumber menyebutkan, pekan lalu tepatnya 27 Januari 2020 oleh Kodim 1605/Belu berhasil mengamankan 500 kilo gram gula pasir ilegal disinyalir diselundupkan dari negara tetangga Timor Leste.

Gula sebanyak 10 karung ukuran 50 kilo gram diamankan dari sebuah kendaraan di wilayah Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota sekitar pukul 15.00 Wita Senin (minggu lalu,red) saat dalam perjalan dari Mota’ain ke Kota Atambua.

Gula tersebut sesuai keterangan sopir milik salah seorang warga Mota’ain yang mana disinyalir diselundupkan dari wilayah Timor Leste melewati jalur tidak resmi (jalan tikus,red).

Selesai diambil keterangan, barang bukti gula pasir ilegal bersama oknum sopir pengangkut langsung diserahkan ke pihak berwenang Bea Cukai Atambua terkait undang-undang kepabeanan guna proses lebih lanjut.

Selain penyelundupan gula, ada juga penyelundupan barang ilegal lainnya seperti dari wilayah Indonesia ke Timor Leste seperti jenis bahan bakar minyak. Sebaliknya dari wilayah Timor Leste ke Indonesia seperti minuman ringan, keras label luar negeri, bahkan diduga juga kayu cendana.

Selain itu, informasi lain yang diperoleh media, maraknya aktivitas penyelundupan ilegal melalui jalur-jalur atau jalan-jalan tikus seperti di TCL 1, 4, 6 dan 8 sepanjang garis perbatasan darat maupun laut antara Mota’ain, Silawan dengan Batugade, Distric Bobonaro.

Untuk diketahui, kasus tersebut sementara ditangani pihak Bea Cukai Atambua, dan hingga berita ini diturunkan pihak berwenang Bea Cukai belum dikonfirmasi.

Terpisah Angkot DPRD Belu, Melki Lelo menyayangkan lemahnya pengawasan di perbatasan Mota’ain dengan Timor Leste yang menyebabkan aktivitas penyelundupan illegal masih terjadi.

Terkait penyelundupan gula pasir disinyalir dari wilayah negara sebelah, Anggota DPRD dua periode itu mempertanyakan, jika barang itu sampai lolos ke wilayah Indonesia ada apa.

“Kalau sampai lolos berarti ada apa, ko bisa lolos barang yang begitu berat,” kata Politisi PKS itu, Senin (3/2/2020).

Terkait hal tersebut Melki tegas meminta kepada petugas lintas sektor yang berada wilayah perbatasan untuk meningkatkan pengawasan sehingga tidak terjadi aktivitas penyelundupan.