Berdayakan Kelompok Pemuda, Desa Nanaenoe Anggarkan Dana Desa Bantu Bronjong

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu mengganggarkan Dana Desa bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp15.000.000 untuk pengadaan 50 kubik bronjong bagi kelompok pemuda desa.

Bantuan bronjong anggaran dana desa itu dalam upaya mendukung kegiatan pemuda (Community Organizer) desa Nanaenoe bentukan CIS Timor melalui program Youth Voice for Inclusive Borders (Suara Pemuda untuk Perbatasan Inklusif) didukung oleh HIVOS Belanda.

Desa Nanaenoe merupakan salah satu desa di Kecamatan Nanaet Duabesi wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste dengan kondisi cuaca yang ekstrim dan tanahnya yang subur. Sehingga apabila dimanfaatkan dengan baik dan maksimal, maka dapat mengatasi semua masalah yang dihadapi masyarakat terutama dalam bidang ekonomi.

Diketahui, kebiasaan para petani di desa tersebut dalah hanya memanfaatkan lahan untuk ditanami dengan jagung, kacang-kacangan, umbi-imbian, dan sayur-sayuran tetapi hanya pada musim penghujan saja.

Menyikapi kondisi ini, orang muda yang tergabung dalam Community Organizer bentukan CIS Timor melalui program Youth Voice for Inclusive Borders (Suara Pemuda untuk Perbatasan Inklusif) didukung oleh HIVOS Belanda melalui rencana aksinya memilih melakukan budidaya anggur dengan pola penyiraman irigasi tetes perpipaan.

Dipilihnya model penyiraman ini sebagai sarana pembelajaran kepada petani bahwa untuk melakukan kegiatan pertanian tidak hanya memanfaatkan curah hujan saja tetapi kapanpun dan dimanapun bisa dilakukan.

Ketua Community Organizer, Laurensus Hale saat dihubungi di kediamannya belum lama ini mengatakan, melalui program Suara Pemuda Perbatasan ada rencana aksi yang dilakukan oleh pemuda (Community Organizer).

“Kami memilih budidaya anggur karena menurut kami anggur adalah jenis buah-buahan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dan berbuahnya juga tidak mengenal musim,” ujar dia.

Lanjut Hale, pihaknya juga memilih penyiraman dengan model irigasi tetes perpipaan dengan tujuan memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa untuk melakukan kegiatan pertanian tidak saja menunggu musim hujan tetapi kapanpun kita bisa.

“Kegiatan ini juga merupakan kegiatan awal kami. Apabila berhasil kami ingin menjadikan Nanaenoe sebagai daerah penghasil anggur di wilayah Belu,” ucap dia.

Di wilayah Desa Nananoe, masalah yang sering dihadapi petani dalam melakukan kegiatan pertanian yakni, rusaknya tanaman akibat ulah ternak lepas milik warga. Setiap kebun masyarakat harus dipagar setiap tahun untuk aman dari gangguan ternak.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Desa Nanaenoe mendukung usaha yang dilakukan pemuda (Community Organizer) dengan pengadaan bronjong untuk pagar lokasi budidaya anggur yang dilakukan kelompok pemuda.

Sementara itu Kepala Desa Nanaenoe, Silvester Fahik membenarkan adanya dukungan Pemerintah Desa kepada kelompok pemuda dampingan CIS Timor yakni mengalokasikan Dana Desa bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp15.000.000 untuk pengadaan 50 kubik bronjong.

Dituturkan, pihak Desa melihat keseriusan pemuda melakukan kegiatan budidaya anggur, dan untuk menjaga tanaman dari kerusakan akibat ulah ternak lepas, Pemerintah Desa Nanaenoe alokasikan dana desa dengan bantuan bronjong bagi kelompok pemuda.