Warga Pemilik Lahan Bendungan Napun Gete Terima Biaya Ganti Rugi Tahap Kedua

Bagikan Artikel ini

Maumere, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Pusat, lewat Kementerian Keuangan RI, menyerahkan pembayaran ganti kerugian tanah pembangunan Bendungan Napun Gete Tahap Kedua, kepada 146 pemilik lahan. Acara penyerahan Ganti Kerugian tanah itu berlangsung Sikka Convetion Center, Kabupaten Sikka, Kamis 30 Januari 2020.

Acara Penyerahan Pembayaran Ganti Rugi tanah, tersebut dihadiri Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, Kepala Balai Sungai Wilayah II Nusa Tenggara, Ir. Agus Sosiawan, Kepala BPN Kabupaten Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, dan Perwakilan Kementerian Keuangan.

Kepala Balai Balai Sungai Wilayah II, Nusa Tenggara, Ir. Agus Sosiawan Dalam sambutanya mengatakan, setelah melalui penelitian administrasi yang cukup memakan waktu yang lama, akhirnya pembayaran ganti rugi tahap kedua atas lahan yang dibangun Bendungan Napun Gete bisa berjalan.

Agus mengaku, untuk pembayaran tahap kedua pembebasan lahan yang dibiayai melalui dana APBN, pihaknya mengusulkan sebanyak 167 bidang tanah milik warga untuk dibayarkan. Namun berdasarkan penelitian administrasi yang dilakukan, baru 146 bidang yang dibayarkan kepada pemilik lahan dengan nominal sebesar Rp. 32 Miliar.

” Dari 167 Bidang yang diusulkan, pihak Kementerian Keuangan hanya mengakomodir 146 bidang. Hal itu disebabkan ada kesalahan administrasi sehingga sisanya saat ini belum bisa dibayarkan,” kata Agus.

Agus mengaku, lahan yang belum dibayarkan pada saat ini, akan diupayakan pembayarannya dalam tahun 2020 ini, karena pihaknya menargetkan realisasi pembangunan bendungan Napun Gete rampung dalam tahun ini juga.

“Sesuai progres pembangunan pada akhir 2019 lalu sudah mencapai 81 persen. Sedangkan sisa dari progres sebesar 19 Persen, akan diupayakan selesai dalam tahun ini juga,” kata Agus.

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Kabupaten Sikka sangat mengharapkan dukungan masyarakat, khususnya para pemilik lahan dapat bekerja sama dengan pemerintah agar pelaksanaan pembangunan bendungan Napun Gete dapat berjalan dengan lancar.

Menurutnya keberadaan Bendungan Bendungan Napun Gete sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat, karena selain bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, bisa juga dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

” Oleh karena itu, kami dari pemerintah sangat mengharapakan dukungan masyarakat. Air dihasilkan dari bendungan Napun Gete bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang atau pemerintah, tapi untuk sebagaian besar masyarakat yang ada di kabupaten ini,” katanya. (ntt-ym)