Misteri Kematian Akitu Dasilva, Ini Tanggapan Kapolres TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin.
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kematian Fransisko Amaral Dasilva alias Akitu (35), yang sebelumnya ditemukan tak sadarkan diri di Jalan Imam Bonjol, samping Mapolres Timor Tengah Utara, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, pada Rabu (01/01/2020) belum diketahui jelas penyebabnya.

Sebelumnya korban dijemput tim satuan Sabhara unit Raimas Polres TTU di rumah Camat Kota, Yonas Tameon. Korban diduga pencuri oleh warga sekitarnya dan dilaporkan ke pihak kepolisian kemudian dijemput unit Raimas pada malam tutup tahun guna diamankan di Polres TTU. Namun pagi harinya sekitar pukul 08.30 wita, korban ditemukan dalam kondisi sekarat di samping Mapolres TTU kemudian meninggal dunia di RSUD setempat dengan luka di sekujur tubuh dan patah pada tulang leher bagian belakang.

Keluarga korban, Asatu Dasilva, meyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban sempat diamankan oleh anggota polisi dan pihak kepolisian mengetahui prosedur penanahannya. Namun hingga dibawa sampai dengan korban dilepas, pihak keluarga tidak mengetahui sama sekali.

“Sesuai prosedur hukum yang berlaku, semestinya pihak kepolisian menyampaikan ke pihak keluarga saat korban dibawa, ke rumah polisi. Tetapi kami dari keluarga korban tidak tahu sama sekali. Keluarga korban baru mengetahui tentang kondisi korban pada keesokan paginya, Rabu (01/01/2020) sekitar pukul 08.30 Wita bahwa korban ditemukan tergeletak dalam kondisi sekarat di pinggir jalan, samping Mapolres TTU kemudian meninggal di RSUD. Kami tidak menuduh Tim Rajawali atau siapapun yang menyebabkan kematian korban. Tapi karena korban dijemput Tim Rajawali Polres TTU malam itu, maka kami menuntut Polres TTU bertanggungjawab dengan memberikan penjelasan secara transparan”, ungkap Asatu.

Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, saat diwawancarai wartawan di Mapolres TTU, Senin (27/01/2020) mengatakan, pihak kepolisian bertindak sesuai laporan masyarakat.

Foto Korban, Fransisko Amaral Dasilva alias Akitu

“Kami sampaikan, pada saat itu ada pengaduan dari masyarakat tentang dugaan adanya indikasi tindakan pencurian dari korban, sehingga anggota Raimas mendatangi TKP dan membawa korban ke sini untuk diamankan.
Paginya dilaporkan ada kejadian, korban ditemukan tak sadarkan diri di pinggir jalan”, singkat Kapolres Nelson.

Ia juga mengutarakan, sebelumnya korban pernah mengalami kecelakaan laka tunggal pada Jumat (28/12/2019) dan luka – lukanya itu akibat kecelakaan yang dialami korban.

“Sebelumnya korban pernah mengalami laka tunggal dan sempat di rawat di RSUD. Ada luka yang kita lihat itu akibat laka tunggal pada tanggal 28 Desember. Saat berada di sini, korban diperlakukan dengan bai. Kebetulan korban belum makan dan diminta ke anggota dan sempat dikasih makan juga rokok. Tujuan korban dibawa itu hanya untuk mengamankan karena di TKP sudah banyak orang. Soal pemukulan atau korban dianiaya, masih kita cek lagi. Tapi untuk beberapa luka yang ada di tubuh korban itu akibat kecelakaan tunggal yang dialami korban tgl 28 Desember”, lanjut Nelson.

Mengenai prosedur penahanan dan pemulangan korban, Kapolres TTU kembali menegaskan bahwa korban dibawa hanya untuk diamankan dari massa yang sudah banyak berada di TKP. Korban juga diperlakukan dengan baik, hanya saat dipulangkan, tidak diketahui pihak keluarga karena keluarganya tidak berada di rumah.

“Korban dipulangkan sendiri karena keluarganya tidak ada, pada saat kejadian ada anggota ke rumahnya tapi tidak ada orang di rumah”, kata Nelson diakhir wawancara.