Ini Pesan Lidwina Viviawaty Saat Lantik 9 Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Belu

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Belu, Ny. Lidwina Viviawaty Ng melantik sembilan (9) Ketua TP PKK Kecamatan bertempat di Gedung Betelalenok, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa (28/1/2020).

Adapun pelantikan sembilan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Belu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu Nomor : 01/KEP/PKK Kabupaten Belu/I/2020.

Kesembilan Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik antara lain, Ny. Yovita Kai Buti sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kota, Ny. Maria Bernadeta Ketua TP PKK Kecamatan Atambua Barat, Ny. Widarwati Nis’atur Rodliyah sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Tasifeto Timur, Ny. Roswita Arkanju sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Raimanuk.

Ny. Agustinus Seuk sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kakuluk Mesak, Ny. Josefina I. M Mau Luma sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Lamaknen, Ny. Maria Fatima Mali sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Atambua Selatan, Ny. Eliseba Francina Boi Mau sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Raihat dan Ny. Magdalena Aman sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Tasifeto Barat.

Hadir dalam pelantikan 9 Ketua TP PKK Kecamatan sekaligus pengukuhan Bunda Paud Kecamatan Kabupaten Belu, Bupati Belu Willybrodus Lay, Pimpinan OPD yang berkesempatan hadir, kesembilan Camat, pengurus TP PKK Kabupaten Belu, Perwakilan Save The Childern serta tamu undangan lainnya.

Ny. Vivi Lay Ng sapaan akrab Ketua TP PKK Belu menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Belu selaku Ketua Dewan Pembina TP PKK Belu yang berkesempatan hadir memberikan motivasi kepada kami, juga kepada para pimpinan OPD sebagai mitra PKK dan Save The Childern yang mendukung para Bunda Paud Kecamatan.

“Kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan yang baru dilantik semoga bisa menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan penuh cinta kasih. Jadikanlah amanah ini sebagai wujud dukungan kepada suami,” harap dia.

Dikatakan, Tim Penggerak PKK juga mendukung gerakan nasional dalam mensosialisasikan gerakan mengurangi angka stanting, mensosialisasikan 1000 hari pertama kelahiran dan gerakan nasional lainnya.

Kepada ibu-ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan yang hari ini dikukuhkan sebagai Bunda Paud Kecamatan dijelaskan, predikat Bunda Paud tentu mempunyai suatu masalah yang luhur sebagai pelindung, pemerhati, memberi motivasi dan memberikan advokasi kepentingan lembaga paud dan anak-anak paud.

“Kita memiliki tugas yang mulia, bersama bergandengan tangan demi mewujudkan generasi emas yang bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan memiliki karakter yang kuat. Lembaga Paud tidak dapat berjalan sendiri, butuh dukungan keluarga, pemerintah,” kata dia.

Lebih lanjut Ny. Vivi Lay Ng juga menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati yang selalu mendukung kami selaku ketua tim dengan melibatkan kami dalam program kerja dan semoga tahun ini semakin banyak dukungan untuk kami terutama dalam bidang pertanian untuk ibu-ibu kelompok PKK desa, pelatihan-pelatihan pemberdayaan dan koperasi. Saya juga ucapkan terima kasih khusus kepada ibu-ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan sebelumnya.

Selain itu disampaikan terimakasih kepada lembaga Save The Childer yang selama ini sebagai mitra utama Kabupaten Belu yang banyak membantu Bunda Paud, banyak membantu lembaga Paud dalam pelatihan. Walaupun akan berakhir pada bulan Maret nanti, diharapkan Save The Childer dapat melanjutkan program-program di Kabupaten Belu terutama program anak usia dini.

“Diharapkan 9 Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik memperbaiki dan mempelajari aturan-aturan yang terkait dengan pedoman kerja. Selalu turun ke desa bersama Ketua Tim Penggerak dan tim di desa di wilayah secara maksimal. Bekerjalah dengan hati Tuhan pasti membantu,” akhir Ny. Vivi Lay Ng.

Bupati Belu, Willybrodus Lay menyampaikan kepada Ketua TP PKK dan Bunda Paud yang telah mengabdi terima kasih atas kerjasama yang baik selama ini. Diharapkan walaupun Bunda Paud yang lama, tetapi panggilan dari seorang wanita untuk tetap menjadi bunda bagi anak-anak itu tidak terlepas.

“Walau sudah tidak terikat sebagai Bunda Paud Kecamatan, tetap berkarya sebagia Bunda Paud bagi anak-anak,” ujar dia.

Lay mengatakan, pendidikan anak usia dini sangat penting. Ibarat menanam pohon sejak kecil itu bisa dibentuk pohonnya, demikian juga dengan anak sejak dini bisa dibentuk karakternya.

“Penting pendidikan paud untuk seluruh masyarakat. Jadi kita ingin bentuk karakter Indonesia yang baik itu harus dibina anak sejak dini,” tegas dia.

Kesempatan itu, Bupati Willy Lay menyempatkan diri berdiskusi dan berbincang-bincang bersama sejumlah anak-anak Paud yang hadir memeriahkan kegiatan pelantikan dan pengukuhan tersebut. (YB/advetorial)