Kerjasama Pemkot Tegal – JICA, Pembangunan Rusun Low-Emission Jadi Percontohan Dunia

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Tegal, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Tegal tengah membangun kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam mewujudkan pembangunan Rumah Susun (rusunawa) low-emission sesuai dengan Paris Agreement 2030. JICA adalah sebuah lembaga yang dibentuk pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan di negara-negara berkembang (developing country).

JICA membuka peluang kepada para mitra pembangunan untuk mengusulkan proyek kerjasama di tingkat akar rumput dalam kerangka JICA Partnership Program (JPP). Saat ini, proyek JPP dilaksanakan di lebih dari 80 negara di dunia, termasuk Indonesia.

“ini sudah terbukti di Kota Tegal, bahwa rusunawa sudah support Paris Agreement 2030 atau low carbon untuk mengurangi penggunaan energy dengan sirkulasi udara yang baik”, tegas Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi,ST,MM saat mendampingi tim JICA mengunjungi Rusunami Kota Tegal.

Pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Tegal pada rabu (22/1/2020) berangsung hangat dan penuh persahabatan. Hadir mewakili JICA Takatoi Shunsuka, Senior Representative JICA Indonesia, Sawayana Yuka, JICA Head Office Japan, Dr.Kubota Tetsu, Hiroshima University of Tokyo dan Ms.Sawatari Miku. Turut mendampingi Wakil Walikota Tegal dalam pertemuan tersebut adalah Kadisperkim Kota Tegal Ir.Eko Setyawan,MUM.

Sebelum rapat dengan Wakil Walikota, tim JICA didampingi Direktur Logistik LAPI ITB, Dr. Dewi Larasati dan Mechanical Engineer dari LAPI ITB, Ir.Erwin terlebih dahulu bertemu Walikota Tegal H.Dedy Yon Supriyono,SE,MM di Rumah Makan Tempoe Doeloe.

Pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) hasil kerja sama antara pemerintah Kota Tegal dengan Japan International Coorporaton Agency (JICA) merupakan Pilot Project Rumah Susun low-emission pertama di Indonesia bahkan dunia, dimana Rumah Susun yang mampu mengurangi penggunaan energy (tidak menggunakan AC) tapi nyaman dan sejuk di tengah udara yang panas, jadi sudah sesuai dengan Paris Agreement 2030.

Lebih lanjut Jumadi mengatakan, terwujudnya pilot project Rusunami di Kota Tegal merupakan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Daerah serta Perguruan Tinggi yang bersama-sama bersinergi melaksanakan kerja sama mewujudkan cita-cita bersama.
“Ini pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Daerah dalam rangka bersinergi, bersama-sama menginisiasi, mengimplementasikan apa yang diharapkan Paris Agreement. Bukan hanya meeting MoU tapi ini real. Kota Tegal akan menjadi pusat percontohan dunia dalam pembangunan Rumah Susun dan Apartemen yang low-emission” ungkap MJ Wakil Walikota Tegal .