Launching Catahu 2019, Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Korban kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak di Kabupaten TTU terus meningkat. Pada tahun 2018 terdapat 87 kasus yang dilaporkan dan ditangani Yabiku. Pada tahun 2019 naik menjadi 105 kasus. Dari data kasus yang dipaparkan Filiana Tahu, Direktur Yayasan Amnaut Bife Kuan, memperlihatkan trend kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat.

Tentang pelakunya juga, menurut Filiana adalah orang – orang terdekat korban.

“Untuk tahun 2019, ada sebanyak 105 kasus yang dilaporkan dan ditangani Yabiku dan korbannya adalah perempuan dan anak. Pelaku kekerasan justru orang terdekat korban yang seharusnya bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak”, ungkap Filiana.

Dari pendampingan Yabiku, menurut profil dan usia korban, prosentasi tertinggi ada pada usia 25 sampai 40 tahun tapi ada yang pada usia 6 tahun juga sudah menjadi korban kekerasan. Sementara untuk tingkat pendidikan, korban kekerasan paling banyak terjadi pada pelajar di tingkat SLTA dan korban lain yang tidak memiliki identitas lengkap. Sedangkan berdasarkan jenis pekerjaan, Ibu Rumah Tangga lebih banyak mengalami KDRT.

Filiana mengatakan, kasus yang terungkap saat ini hanya sebagian dari begitu banyak kasus yang sudah terjadi. “Jumlah kasus ini belum terakumulasi dari semua kasus yang terjadi di Kabupaten TTU. Jumlah penanganan kasus terbesar oleh YABIKU NTT pada tahun 2019 adalah kasus kekerasan seksual sebanyak 43 kasus, menyusul kasus KDRT sebanyak 36 kasus (34%), pemfitnaan sebanyak (9%) serta kasus-kasus lainnya seperti penganiayaan sebanyak 9 kasus, pengeroyokan sebanyak 6 kasus (6%) dan ancaman sebanyak 2 kasus (25 kasus ini ditangani langsung oleh Pendamping YABIKU dengan sistem bola, tatap muka, ada juga pendampingan melalui telepon jika korban menginginkan konsultasi saja”, jelas Filiana secara terperinci.

Ia juga mengakui bahwa data kasus kekerasan seksual pada tahun 2018 masih didominasi kasus kekerasan seksual.
“Pendamping Yabiku NTT mencatat bahwa kekerasan yang terjadi sepanjang dua tahun terakhir ini yakni tahun 2018 dan 2019 masih didominasi oleh kasus kekerasan seksual. Tahun 2018 kasus kekerasan seksual tercatat sebanyak 41 kasus (29%) sedangkan tahun 2019 tercatat 43 kasus (41%) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Timor Tengah Utata (TTU), mencakup dua puluh empat (24) Kecamatan bahkan di luar Kabupaten TTU seperti Kabupaten Belu dan %TTS, wilayah terjadinya tindak kekerasan tahun 2018 dan 2019”, beber Filiana dalam acara Lauching Catatan Akhir Tahun (Catahu) 2019 di aula Yabiku, Jumat (17/01/2020).

Berdasarkan meningkatnga data yang dibeberkan, Filiana mengajak semua pihak untuk bersama menjaga, dan melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.