Tangkap Lepas Penjudi dan Oknum Anggota Polres TTU Yang Terlibat, Tokoh Agama : Wibawa Institusi Polri Dipertaruhkan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sangat menyayangkan keputusan polisi melepas para penjudi yang telah ditangkap Minggu (12/1/2020) malam lalu. Wibawa institusi dan pimpinan Polri dipertaruhkan.

Romo Gerardus Salu, Pr” Judi entah dengan taruhan uang atau atau tanpa taruhan uang namun  disamarkan nilai taruhannya, dilarang oleh agama manapun. ltu dosa dan itu melanggar hukum. Gereja Katolik sangat mengutuk itu,” jelas Pimpinan Dekenat Kefamenanu, Romo Gerardus Salu, PR, ketika dimintai tanggapannya, Senin (13/1/2020) malam.

Melepas penjudi yang tertangkap tangan dengan alasan tidak ditemukan uang sebagai barang bukti, kata Romo Gerardus bisa dibenarkan secara hukum. Namun menurut logika, orang tidak akan berjudi tanpa uang. Ada fakta orang tetap berjudi tetapi nilai taruhan disamarkan dengan peraga lain, semisal biji jagung atau batu kerikil. Namun nilai uang tetap ada dan melekat pada alat peraga tersebut.

“Wibawa Kapolres dan institusi Polri sangat dilecehkan jika yang ikut bermain judi adalah tiga oknum anggota Polres TTU. Juga semangat pemberantasan judi oleh institusi Polri dipertanyakan jika habis dilepas polisi, para penjudi kembali menggelar judi seakan tidak menghiraukan dan tidak takut akan larangan polisi,” tambah Romo Gerardus Salu, PR.

Kapolres TTU, AKBP Nelson E.D. Quintas, S.IK, yang dikonfirmasi wartawan di Kefamenanu, Senin sore, membenarkan para tersangka judi yang dibekuk sudah
dilepas.

“Sebab kurang bukti. Tidak ada bukti uang. Kecuali peralatan judi yang disita,” tukasnya pendek. la tidak merinci alasan lain kenapa para penjudi dilepas polisi.

Tentang apa tindak lanjut terhadap dua oknum anggota polisi yang tertangkap tangan sedang ikut berjudi, Kapolres TTU menegaskan akan diproses hukum.

“Tetap akan kita proses hukum oknum anggota yang terlibat perjudian,” tukasnya. Ia juga tidak merinci bagaimana bentuk proses hukum kepada oknum anak buahnya yang tertangkap basah berjudi
tersebut.

“Sekarang Kapolres TTU yang baru dilantik, sudah mencoba memberantas judi. Dan saat penggerebekan hari Minggu malam, terbukti dua oknum polisi tertangkap basah ikut bermain judi. Pertanyaan kami, kenapa para penjudi termasuk dua oknum anggota polisi yang tertangkap tangan itu dilepas? Wibawa Kapolres TTU jadi taruhannya,” jelas Manbait.

Baca juga : Bermain Judi di Rumah Warga, Penjudi dan Oknum Polisi Dibekuk

Kapolres TTU, AKBP Nelson E.D. Quintas, S.IK, yang dikonfirmasi wartawan di Kefamenanu, Senin sore, mengakui para tersangka judi yang dibekuk sudah
dilepas polisi.

“Sebab kurang bukti. Tidak ada bukti uang. Kecuali peralatan judi yang disita,” tukasnya pendek. Ia tidak
merinci alasan lain kenapa para penjudi dilepas polisi.

Tentang apa tindak lanjut terhadap dua oknum anggota polisi yang tertangkap tangan sedang ikut berjudi, Kapolres TTU menegaskw diproses hukum.

Sebelumnya Ketua Sinode GMIT, Pendeta Dr. Merry Kolimon, mengadukan kasus maraknya judi di daratan Timor, khususnya di Kabupaten TTU kepada Wakapolda NTT, Brigjen Pol Drs. Jhony Asadoma, S. IK, M. Hum ketika berkunjung ke Kantor Sinode GMIT, Rabu 8 Januari 2020 Ialu. Ia mengatakan perjudian dalam berbagai bentuk sudah merusak sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, budaya bahkan merusak sendi-sendi moral dan nilai agama.

“Saya minta Wakapolda NTT agar memberi pressure kepada para Kapolres dan jajarannya agar serius memberantas judi,” pinta Pendeta Dr. Merry Kolimon.

Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, yang dimintai tanggapan, juga menyampaikan pendapat senada. Menurutnya, oknum polisi ikut bermain judi dan jadi backing perjudian di Kota Kefamenanu dan sekitarnya, bukan cerita isapan jempol. Tetapi benar-benar nyata, namun itu dibiarkan begitu saja.