Mundur Dari Partai Golkar Belu, Kim Taolin Serahkan Surat Pengunduran Diri, ATK dan Atribut Partai

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Louise Lukcy Taolin atau akrab disapa Kim Taolin nyatakan mundur dari anggota atau pengurus DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Pernyataan mundurnya mantan Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Golkar periode (2014-2019) dari struktur kepengurusan partai berlambang pohon Beringin itu ditandai dengan penyerahan surat pengunduran diri ke DPD II Golkar Belu.

Penyerahan surat pengunduran diri, KTA dan atribut partai langsung oleh Kim Taolin diterima Sekretaris DPD II Partai Golkar Emilia G. Belak disaksikan pengurus partai, Bene Halle, Rofinus Manek dan Mundus Sila bertempat di Sekertariat partai, Selasa (14/1/2020) siang.

Menurut Kim Taolin, pengunduran dirinya dari struktur kepengurusan partai Golkar Belu demi kepentingan Pilkada Malaka 2020. Hal ini merupakan langkah panjang yang ditempuh, dalam karier perpolitikannya demi warga Malaka.

Pengunduran diri dari Golkar jelas Kim Taolin bukan berarti putus dalam karier politik. Namun ini merupakan jalur manis yang harus ditempuh dirinya menuju kepentingan politik pada Pilkada Malaka 2020 untuk sejahterakan warga Malaka.

“Surat pengunduran diri, KTA dan atribut partai sudah diserahkan pengurus. Saya ucapkan teimakasih kepada pengurus Partai Golkar di tingkat Daerah, Provinsi dan Pusat, yang telah memberikan kepercayaan pada dirinya, menjadi (PAW) DPRD Provinsi NTT periode (2014-2019) yang dimana masa baktinya telah berakhir,” ujar Kim Taolin.

Sementara itu Sekretaris DPP II Golkar Belu, Emilia G. Belak mengatakan, setiap anggota partai mempunyai hak atau pilihan politik dan pihaknya menghargai sikap politik dari pak Louise Lukcy Taolin yang mengundurkan diri dari anggota partai.

“Beliau (Kim Taolin,red) sudah serahkan surat pengunduran diri juga KTA dan atribut partai. Terimakasih juga pada Pak Kim yang selama ini telah banyak berikan kontribusi dan kita menghargai pilihan politiknya,” ucap Emilia.