Kodim 1605/Belu Gelar Coffe Morning Bersama Awak Media

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kodim 1605/Belu menggelar coffe morning bersama awak media (pekerja jurnalis) di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa (14/1/2020) pagi.

Kegiatan silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergitas TNI dan pekerja jurnalis bertempat di halaman Makodim 1605/Belu dihadiri Dandim Letkol Inf Ari Dwi Nugroho, Kasdim dan para Perwira Kodim serta awak media.

“Saya mengajak wartawan untuk tetap bersinergi dalam mengisi kegiatan di Kodim Belu yang berkaitan tugas pembinaan teritorial demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Belu-Malaka,” pinta Nugroho.

Menurut dia, kegiatan ini selain silaturahmi juga membangun sinergitas antara TNI dan pekerja media lebih baik kedepan dalam membangun daerah perbatasan. Selain itu juga mengevaluasi kegiatan Kodim di tahun lalu untuk diperbaiki atau ditingkatkan lagi di tahun 2020 ini.

Sebagai warga di wilayah perbatasan Belu dan Malaka Nugroho berharap agar lebih erat lagi dalam menjalin persaudaraan kita sebagai anak bangsa di beranda perbatasan NKRI. Sebab yang mengisi pembangunan bukan orang lain tapi kita anak bangsa yang akan berbuat sesuai dengan fungsi dan profesi kita.

“Kita berkewajiban menjaga wilayah kita. Karena itu di tahun 2020 ini kita sama-sama bersinergi untuk bekejasama membangun daerah Belu dan Malaka ini. Karena jati diri TNI adalah tentara rakyat tentara pejuang. TNI tidak akan bisa bekerja sendirian tanpa adanya bantuan dari rakyat,” kata dia.

Tambah Nugroho, terkait masalah penerimaan prajurit TNI, bahwa untuk animo pendaftar dari warga Belu dan Malaka sangat tinggi, akan tetapi kalah di persiapan. Karena itu hal yang paling penting diperhatikan orang tua adalah anak memiliki kesehatan baik, harus sehat jasmani maupun rohani, memiliki kondisi fisik bagus.

Dandim Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho

Lebih lanjut jelas dia, mengenai warfing penerimaan Prajurit TNI selain melalui para Babinsa pada saat komsos dengan masyarakat. Tentunya diharapkan juga dari awak media untuk turut serta ikut mengkampanyekannya karna sekarang ini merupakan era digitec, anak-anak muda sekarang banyak yang menggunakan sosmed.

“Dengan kampanye melalui media sehingga diharapkan anak-anak muda bisa membaca dan mengetahuinya dengan harapan anak-anak muda di batas belu dan malaka banyak yang bisa menjadi TNI maupun Polri,” ungkap Dandim 1605/Belu itu.

Masih menurut Nugroho, terkait penerimaan TNI khususnya di kabupaten belu dan malaka ada dua jalur, yaitu melalui jalur reguler dan perbatasan baik untuk tamtama maupun bintara. Khusus untuk jalur perbatasan sendiri merupakan kesempatan yang baik karna peluang untuk menjadi seorang prajurit TNI sangat besar.

Konteks di garis perbatasan jelas Nugroho, untuk masalah pelanggaran yang sering terjadi di perbatasan RI-RDTL butuh kerjasama semua pihak yang terkait di dalamnya, namun lebih khususnya kewenangan mengenai masalah perbatasan itu sendiri berada ditangan Imigrasi dan Bea Cukai.

Dikatakan, banyak WNI yang dideportasi, dengan banyaknya WNI yang dideportasi kesannya kita masyarakat indonesia ini sangat membutuhkan sekali Timor Leste, hal ini butuh sosialisasi kepada masyarakat melalui pemberitaan dari media dan yang paling penting adalah peran dari Pemda harus terus gencar dalam menangani masalah tersebut.

Saat ini lanjut Nugroho, kita memasuki musim hujan dan untuk menangggulangi serta mengantisipasi terjadinya bencana alam di dua daerah, pihak TNI menanggapinya dengan telah memulai melakukan kegiatan penghijaun di beberapa titik lokasi diantaranya di hutan jati nenuk dan di gereja Laktutus, Kecamatan Nanaet Dubesi pada Jumat mendatang.

Penghijauan itu butuh peran dari Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup Belu. Bagaimana Pemda mensosialisasikan kepada masyarakat terutama para generasi muda untuk lebih mencintai lingkungan dengan dimulai dari kebiasaan menanam pohon.

“Kita dukung penghijauan yang dilakukan Gereja Laktutus, karena itu dalam kegiatan itu kita libatkan
dua perguruan PSHT dan IKS cabang Belu dalam aksi penghijauan sebagai bentuk peduli kelestarian alam juga menghilangkan persepsi negatif warga terhadap dua perguruan itu,” kata Nugroho.