Bermain Judi di Rumah Warga, Penjudi dan Oknum Polisi Dibekuk

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Sembilan orang penjudi yang terdiri dari 7 penjudi dan 2 oknum aparat polisi dibekuk lantaran menggelar/bermain perjudian beromzet puluhan juta rupiah di rumah warga di Kota Kefamenanu, Minggu (12/01/2020) sekitar pukul 19.00 Wita.

Menurut warga sekitar TKP yang enggan disebutkan namanya, aksi perjudian itu sudah berlangsung selama 2 minggu. “Mereka main judi dari pagi hingga besok pagi kembali, dilanjutkan siang hingga besok pagi lagi dan begitu seterusnya selama dua minggu terakhir ini. Sampai ada penjudi yang tidur di TKP dan besok paginya baru kembali lagi. Mereka menggelar judi kuru-kuru (goyang dadu, Red) dan kartu, samgong” terangnya.

Kapolres TTU, AKBP Nelson E.D. Quintas, S.IK membenarkan adanya penggerebekan di rumah pemain judi.
“Iya benar ada penggerebekan. Ada 9 orang yang diamankan. Delapan pria dan seorang wanita. Dari 9 orang itu ada 2 oknum polisi turut ditangkap. Rinciannya nanti besok saja baru dirilis ya. Malam ini langsung diperiksa,” jelas Kapolres TTU, AKBP Nelson E.D. Quintas, S.IK, didampingi Kasatreskrim Iptu Tatang Prajitno Panjaitan, saat ditemui Minggu malam.

Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut AKBP Nelson di Jalan Cendana Kampung Baru, Kelurahan Aplasi, di rumah warga berinisial LB alias NB. Sebelumnya aksi judi marak, berlangsung di rumah warga di Jalan Cengkeh, tepatnya di belakang Toko Karya Bangunan Kefamenanu, kemudian baru dipindahkan ke Jalan Cendana.

Beberapa warga sekitar TKP, yang diwawancarai wartawan, menyebutkan para penjudi, umumnya didominasi orang dari luar Kota Kefamenanu dan mendapat ‘pengawalan ketat’ dari oknum aparat.

Saat penggerebekan Minggu malam, sebagian penjudi melarikan diri namun beberapa sepeda motor dan mobil milik para penjudi dan oknum polisi ikut diamankan.

“Taruhannya berkisar jutaan hingga puluhan juta rupiah. Ini pemain kelas kakap semua,” tambah warga.

Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, yang dihubungi terpisah, mengatakan aktivitas perjudian di Kota Kefamenanu memang sudah marak dari dulu. Bukan saja digelar di tempat tertutup tapi juga berani digelar di tempat terbuka.

“Kenapa mereka berani? lnformasi yang saya dapat karena memang dikawal oknum aparat. Apalagi perjudian ini taruhannya puluhan juta. Ini judi kelas kakap dan pemainnya orang-orang berduit,”jelas Manbait.

la meminta agar Kapolres TTU yang baru supaya memberantas aktivitas perjudian di seluruh TTU dan oknum aparat yang turut mengawal supaya dikenakan sanksi hukum yang tegas.