Kajari TTU Didesak Aktivis Anti Korupsi, Tuntaskan Kasus Korupsi Ratusan Miliar Rupiah

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Para aktivis hukum dan anti korupsi kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) di Kefamenanu, Rabu (8/1/2020). Mereka menagih janji Kejari TTU, Bambang Sunardi, S.H, bahwa akan menangkap beberapa koruptor yang sudah divoniz bersalah namun belum dieksekusi.

Awal bulan Desember 2019 lalu para aktivis menyampaikan petisi kepada Kajari TTU karena dinilai tidak becus bekerja. Beberapa paket proyek senilai ratusan miliar dari TA 2010 hingga 2018 yang sedang diproses hukum, tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

“Ada juga beberapa tersangka koruptor yang sudah divonis tapi belum dieksekusi sampai hari ini. Saat itu beliau berjanji akan menangkap para koruptor itu dan dituntaskan dalam sebulan. Sekarang kami datang tagih, Pak Kajari TTU beralasan sulit berkoordinasi dengan polisi. Kami sudah bosan dibohongi,”je|as Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, didampingi Ketua Forum Rakyat Anti Korupsi (Fraksi) TTU, Willem Oki dan Koordinator Garda TTU, Paulus B. Modok, S.E, di Kefamenanu, Rabu (8/1/2020).

Beberapa kasus korupsi yang sedang ditangani Kejari TTU sejak tahun 2010 namun belum dituntaskan, beber Manbait, yaitu kasus korupsi dana Pilkada TTU pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten TTU tahun 2010 sebesar Rp 12 miliar. Berikutnya paket pekerjaan bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2008, 2010, dan 2011 pelaksanaan tahun 2011 sebesar Rp 45 miliar pada Dinas Pendidikan Kabupaten TTU.

Selanjutnya paket jalan perbatasan Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp 5.216.709.000 pada Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten TTU. Juga paket pekerjaan pengadaan alat-alat kesehatan Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 11.009.724.000 pada RSUD Kefamenanu dan paket pekerjaan peningkatan jalan dalam Kota Kefamenanu Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp.10.004.528.000 pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten TTU.

Manbait mengungkapkan, beberapa kasus korupsi sudah diselidiki dan dilidik bahkan sudah ditetapkan beberapa orang sebagai tersangka.

“Tapi tiba-tiba, jaksanya dipindahkan atau dimutasikan. Lalu kasusnya didiamkan sampai sekarang. Bahkan ada yang di-SP3-kan padahal sebelumnya sudah jadi tersangka. Ini khan aneh,” ungkap Manbait dan Oki.

Menanggapi kedatangan para aktivis ini, Kajari Bambang Sunardi mengatakan, ia masih melakukan koordinasi ulang dengan Polres TTU untuk menangkap para terpidana korupsi yang sudah divonis namun belum dieksekusi.

“Kami masih melakukan koordinasi ulang agar para terpidana korupsi yang sudah divonis, ditangkap dan dijebloskan ke Rutan,” jelas Bambang, ketika menerima para aktivis di ruang kerjanya, Rabu siang.