Polisi Tangani Kasus Karyawan Scell Atambua Diduga Dianiaya Suami Istri

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penyidik Satuan Reskrim Polres Belu melengkapi berkas laporan terkait kasus karyawan Scell Atambua diduga dianiaya sepasang suami istri.

Demikian Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Intel AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar ketika dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Dikatakan bahwa, kasus tersebut tengah ditangani dan saat ini tim penyidik sementara mengumpulkan bukti dan saksi-saksi guna lengkapi berkas.

“Kasusnya masih ditangani. Kemarin beberapa saksi sudah kita mintai keterangan,” sebut Siregar.

Lanjut dia, pihaknya melakukan penyelidikan untuk membuat terang peristiwanya. Oleh karena itu kita sementara ini masih lengkapi dulu kronologisnya dari saksi dan bukti.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian dugaan penganiayaan terhadap karyawan pada toko scell Atambua jalan Soepomo kilo meter 2 Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL terjadi Senin (6/1) pagi pukul 08.00 Wita.

Dalam rekaman CCTV yang diperoleh media, korban karyawan Scell Atambua Yunny Teyseran yang sementara melakukan aktivitas di toko didatangi seorang wanita berinisial Y bersama suaminya berinisial A langsung menuju ke korban.

Nampak dalam rekaman itu, pelaku wanita mengarahkan tangannya ke wajah korban diikuti suaminya yang menunjuk tangannya ke korban. Seorang rekan korban sempat melerai, namun tidak bisa dihentikan.

Korban yang keluar ke pintu toko diikuti pelaku perempuan masih melakukan aksi tak pantas menarik rambut korban. Bahkan sang suami pun sempat mengayunkan tangan ke bagian wajah korban dan langsung dipisahkan rekan korban.

Oleh korban, kasus tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian pada Rabu kemarin, dan langsung diambil keterangan bersama beberapa saksi oleh penyidik Reskrim Polres Belu.

Untuk diketahui, kasus tersebut dipicu lantaran antara korban dan pelaku terlibat komentar dalam postingan salah satu akun di sosial media (facebook,red). Hingga berita ini diturunkan kedua pihak, korban dan pelaku belum dikonfirmasi.