Diduga CV Jeevan Bersaudara Pemenang Tender Pengadaan Bahan Makanan di Rutan Kefamenanu Hasil KKN

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – CV Jeevan Bersaudara, pemenang tender pengadaan bahan makanan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kefamenanu mendapat sorotan dari pejabat Fungsional Rutan setempat.

Menurut Pejabat Fungsional, Hendrikus Amleni Proses tender itu sangat tidak transparan dan pelayanan bahan makanannya sangat buruk. “Proses tender pengadaan bahan makanan di sini, diduga hasil KKN. Sudah tidak transparan, kinerjanya sangat buruk tapi menang tender lagi untuk Tahun Anggaran 2020 “, ungkap Amleni kepada sejumlah awak media pada Selasa (07/12/2019) di Rutan Kefamenanu.

Amleni menjelaskan, pada tahun 2019 lalu warga binaan Rutan Klas II B Kefamenanu mendapat menu makanan yang tidak layak. Bahan makanan yang dipasok juga sering terlambat, tidak sesuai kontrak dan berimbas pada menu makanan yang selalu berubah mendadak bahkan tidak memenuhi standar gizi sehingga ia mewakili para warga binaan menolak CV Jeevan Bersaudara.

“Kami menolak CV Jeevan bersaudara yang kembali memenangkan proses pengadaan bahan makanan di Rutan Klas II B Kefamenanu. Kinerja CV Jeevan bersaudara ini sangat sangat buruk, selama tahun 2019 pasokan bahan makanan tidak sesuai kontrak. Kadang terlambat mengantar bahan makanan sehingga berimbas pada pengelolaan menu makanan. Bayangkan saja, ada napi yang tidak minum air setelah makan. Ketika ditanya, jawaban dari kepala dapur bahwa minyak tanah tidak ada di kompor untuk masak air minum. Ini keterlaluan sekali. Contoh kecil ya, pasokan minyak tanah per hari itu 60 liter, tapi kenyataannya hanya 15 liter dipasok. Padahal itukan untuk masak 3x sehari, untuk makan pagi, siang dan malam”, protes Amleni.

Amleni yang sudah sejak tahun 2014 menyoroti hal yang sama, mengatakan dirinya tidak punya kepentingan apa – apa dalam memperjuangkan hak warga binaan Rutan setempat. Ia juga tidak mempersoalkan pihak manapun yang memenangkan proses tender, asalkan bertanggungjawab terhadap perjanjian kontrak yang sudah disepakati.

“Saya tidak punya kepentingan apa – apa di sini, saya hanya prihatin dengan warga binaan kita. Kalau sebanyak 108 orang ini keluhkan hal yang sama setiap hari dalam setahun, apakah kita harus diam saja Bekerjalah dengan hati nurani, status mereka memang warga binaan kita tapi secara hukum mereka sudah mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dengan menjalani masa hukuman di dalam tahanan, dari sisi kemanusiaan mereka juga memerlukan makanan yang layak. Oleh karena itu saya minta agar pihak manapun yang memenangkan tender tersebut haruslah bekerja sesuai perjanjian kontrak yang ada, bukan mengejar keuntungan semata”, tandas Amleni lebih lanjut.

Sementara, Kepala Rutan Klas II B Kefamenanu, Untung Cahyono membantah adanya dugaan KKN dalam proses tender yang dimenangkan CV Jeevan Bersaudara dalam kurun waktu dua tahun berturut – turut.

Menurutnya, Semua tender terpusat dan elektronik di LPSE Kemenkumham dan tidak ada yang namanya tender tertutup. Untung Cahyono juga membeberkan jumlah Anggaran Tahun 2019 dan 2020 yang dikelola CV Jeevan.

“Proses tender proyek pengadaan bahan makanan di Rutan Klas II B Kefamenanu, Tahun Anggaran 2020, sebesar 858 juta lebih. Tahun lalu Anggarannya 900 juta lebih. Proses tendernya sama, terpusat dan elektronik dilakukan di LPSE Kemenkumham. Masalah pengumuman sudah sistem elektronik, diumumkan secara luas melalui sistem elektronik. Jadi calon penyedian jasa sudah melihat website LPSE. Jadi semua kontraktor se – Indonesia kalau mau ikut tender di sini silakan saja. Kemarin saya mengecek, ada sekitar 17 penyedia jasa, tujuh di antaranya masuk kriteria dan salah satunya adalah CV Jeevan Bersaudara. Kita tidak bisa menolak karena itu haknya dan sifatnya terbuka. Siapapun bisa ikut tender dan yang memenangkan tender suplai bahan makanan di sini adalah CV Jeevan Bersaudara. Pemenang lelang inilah yang dalam satu tahun akan menyediakan bahan makanan mentah untuk para napi atau tahanan”, jelas Cahyono.

Ia juga membantah adanya tudingan kekurangan pasokan sembako. Menurutnya, kalau betul terjadi demikian berarti pihaknya sudah mendapat teguran baik lisan maupun tertulis. Distribusi bahan makanan yang dilakukan oleh CV tersebut pada tahun anggaran 2019 sudah sesuai dengan perjanjian kontrak. Bahan makanan yang dipasok pun sangat layak konsumsi, bahkan saya ikut mencicipi menu makanannya dan tidak ada masalah. Hanya memang ada pengalihan teknis untuk beberapa bahan yang melebihi kebutuhan seperti minyak tanah. Itu anggarannya dialihkan untuk kebutuhan minum dan lauk.

“Selama ini tidak ada Napi yang mengeluh soal makanan. Semua Napi sehat, tidak ada yang mengeluh kekurangan makanan, minuman. Kalaupun ada, berarti kami sudah mendapat teguran baik lisan maupun tertulis. Tapi selama ini kenyataan tidak ada masalah, ini cuma karena miskomunikasi saja”, jelasnya lebih lanjut.