550 Atlet Taekwondo se-NTT dan Negara Timor Leste Ikuti ABOTC II 2019

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Turnamen Atambua Border Open Taekwondo Championship (ABOTC) II Tahun 2019 diikuti sebanyak 550 atlet dari 22 Dojang se-NTT dan Dojang perwakilan dari beberapa distric di Negara Timor Leste.

Turnamen kedua tingkat Provinsi NTT berlangsung selama tiga hari sejak pembukaan, Rabu (18/12) sampai dengan Jumat (20/12) memperebutkan piala CU Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua selaku sponsor utama bertempat di GOR LA. Bone, Tulamalae, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Rabu (18/12/2019).

Bupati Belu, Willybrodus Lay memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam turnamen ABOTC II yang sangat bergengsi tersebut.
Turnamen ini sebagai kegiatan ini sebagai salah satu upaya pengembangan diri para peserta.

“Sehingga memiliki mental yang baik untuk meningkatkan keberanian tampil di muka umum, juga mengasah kemampuan dan bakat para peserta dalam bidang olahraga beladiri Taekwondo,” ujar dia dalam sambutannya.

Lebih lanjut dikatakan, turnamen ini sebagai salah satu upaya bagi semua peserta untuk lebih mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan dalam bidang olahraga beladiri Taekwondo.

Lay berharap kepaada semua pihak, jadikan open turnamen Taekwondo sebagai ajang silaturahmi dan menjalin hubungan keakraban antara sesama peserta kedua negara NTT dan Timor Leste.

“Open Turnamen Taekwondo sebagai alat mempererat tali silaturahmi antara para peserta dari kedua negara Indonesia-Timor Leste, khususnya bagi Kabupaten Belu sebagai tuan rumah penyelenggara,” ungkap dia.

Pemkab Belu kedepan mendukung turnamen melalui anggaran kepada KONI Belu akan memperjuangkan Turnamen ABOTC menjadi even tetap tingkat nasional dan tingkat partisipasi peserta lebih meningkat.

Ketua Harian Taekwondo Pengprov NTT Miky Nati mengatakan bahwa, kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun lalu dan ini open II yang melibatkan para peserta dari Dojang se-NTT dan Dojang asal Timor Leste dengan memperebutkan total hadiah senilai Rp 30 juta dan piala sponsor utama.

“Open turnamen ini berlangsung selama tiga hari dengan menampilkan pertandingan babak penyisihan hingga final dengan
Melalui turnamen ini para peserta semakin meningkatkan kemampuan beladiri Taekwondo serta menjalin persahabatan yang solid antar peserta dua negara,” harap Nati.