Dua Bulan Proyek Selesai, Upah Buruh Belum Dibayar Pemborong

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selesai pengerjaan proyek rabat beton di Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu pemborong belum membayar upah tenaga buruh.

Alosius Alen warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-RDTL datangi Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Senin (16/12/2019) pagi.

Kedatangannya untuk menyampaikan pengaduan terkait dengan upah enam orang tenaga buruh yang belum dibayar oleh Pius Huke selaku pemborong. Padahal proyek rabat beton yang sudah selesai dikerjakan sejak Oktober lalu.

Alosius Alen menuturkan, dirinya bersama lima rekan buruh mengerjakan proyek rabat beton sepanjang 114 meter di wilayah Kuneru sejak Bulan September lalu dan selesai tanggal 20 Oktober 2019.

“Kami kerja dari September selesai 2 Oktober. Itu kerja rabat beton 114 meter borongan 15 juta untuk kami enam orang tenaga buruh,” ujar dia.

Akui Alosius Alen, selesai pengerjaan dirinya pergi ke pemborong untuk meminta upah mereka. Tetapi uangnya belum diberikan alasan pemborong uangnya belum cair.

“Ini sudah dua bulan belum bayar padahal proyek selesai Bulan Oktober. Saya pergi minta tapi belum dibayar, alasannya bilang uang belum ada karena belum cair,”papar dia.

“Sudah enam kali saya kerumah om Pius, sampai tadi pagi saya masih pergi tapi belum dibayar alasannya sama uang belum cair,” tambah Alosius Alen.

Dikatakan, tujuan kedatangan dirinya ke Kantor Nakertrans untuk melaporkan pemborong yang belum bayar upah tenaga buruh. Selama ini dirinya minta uang untuk kebutuhan keluarga dan anak sekolah.

“Ini hari datang lapor di Nakertrans, tapi diarahkan kembali ke Pius Huke kalau bagaimana baru datang kembali,” jelas Alosisu Alen.

Terpisah Pius Huke selaku pemborong yang dikonfirmasi hal tersebut menuturkan bahwa, upah enam buruh belum dibayar karena masih sementara proses di keuangan. “Iya benar dana proyek masih di proses di keuangan, dan upah buruh pasti dibayar,” ujar dia via whatsappnya.

Ketika ditanyai apa kendala sehingga hampir dua bulan belum dibayar upah buruh, jelas Pius bahwa tidak ada kendala, semua sesuai proses setelah selesai pekerjaan dan waktu PHO, dan Proses pencairan uang.

“Om tukang Alo menuntut kerja selesai uang harus bayar tuntas. Semua sudah naik ke keuangan, menunggu saja dalam minggu ini pasti cair uangnya,” ucap dia.