Direktur RS Atambua dr. Ansila Narasumber Kegiatan Evaluasi Dokter Interensip di Denpasar

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek Atambua, dr Ansila Eka Muti menjadi salah satu narasumber di kegiatan evaluasi tentang berjalan Dokter Interensip di Indonesia setelah 10 tahun lebih berjalan.

Direktur Rumaah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek Atambua, dr Ansila Eka Muti mengatakan, kegiatan berlangsung di Bali-Denpasar digelar oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Interensip adalah proses pemantapan mutu profesi dokter untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan.

“Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) ini merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia khususnya di bidang kesehatan,” terang Ansila Muti saat dihubungi, Rabu (12/12/2019).

Di Atambua, Kabupaten Belu pada tahun 2012 lalu jelas Ansila Muti, pernah ada akan tetapi dikarenakan ada sedikit persoalan sehingga di black list oleh Kementerian Kesehatan dan wahana juga pun ditutup. Di tahun 2017 kita melakukan penjajakan lagi dan akhirnya dibuka kembali wahana kita di Bulan November 2018 lalu, setelah (KIDI) dan Pemda Belu menuangkannya dalam kesepakatan bersama.

“Kontrak kerja mereka dengan kita (1 tahun masa kerja) baru selesai di Bulan November 2019 lalu.
Bulan Februari tahun depan akan kembali dibuka tapi dengan beberapa aturan yang dirubah, makanya kita lakukan Rakornas ini,” ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan, ada kegiatan ini kita pihak Rumah Sakit Atambua ditunjuk sebagai salah satu narasumber membawakan materi. Pihak Kemenkes ingin melihat komitmen kita bagaimana melaksanakanya dan harapan kita ada komitmen bersama dengan Pemerintah Belu soal keamanan, saat anak-anak itu bekerja di daerah kita.

“Soal perhatian kita buat mereka (Dokter Interensip) disamping mereka dapat biaya harian dari Pemerintah Pusat, kita juga berikan honornya 2,5 juta per bulan dan fasilitas tempat tinggal serta lainya,” kata Ansila Muti.

Jumlah Dokter Interensip yang bertugas di Kabupaten Belu terhitung November 2018 sampai Novemver 2019 berjumlah 9 orang dokter dengan rincian 6 orang bertugas di RSUD dan 3 lainnya di Puskesmas Kota.

Ditambahkan, Dokter Interensip yang datang di Belu tahun lalu maksimal 21 orang dan minimal 7 orang, sedangkan untuk tahun depan maksimalnya 28 orang dan minimalnya 6 orang akan tetapi masih dalam pembahasan lebih lanjut.