Polisi Limpahkan SPDP Kandrianus Taek Tersangka Aniaya Warga ke Kejari Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Usai melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan, tim penyidik Polsek Tasifeto Barat, Polres Belu melimpahkan berkas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tersangka Kepala Desa Nanaet Kandrianus Taek terkait kasus penganiayaan terhadap warga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu.

Demikian Kapolsek Tasifeto Barat, Iptu Hadi Syamsul Bahri yang hubungi media via whatsappnya, Kamis (5/12/2019) siang.

Dituturkan bahwa, terkait kasus tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi dan tersangka Kandrianus Taek selaku Kepala Desa Nanaet.

“Semua saksi-saksi dan tersangka sudah dilakukan pemeriksaan dan rencananya hari ini SPDP kasus Kades Nanaet akan dikirim ke Kejaksaan Negeri Belu,” terang Syamsul.

Lanjut dia, prosesnya ditingkatkan ke tahap penyidikan namun terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan, karena tidak dikawatirkan melarikan diri dan mengulangi perbuatannya.

“SPDPnya rencananya hari ini penyidik akan kirim ke JPU. Tersangkanya 1 orang dan pasal yang diterapkan adalah penganiayaan,” ujar dia.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa, Kandrianus Taek selaku Kepala Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu dilaporkan warga ke Polisi Polsek Tasifeto Barat.

Laporan warga terkait penganiayaan yang dilakukan Kandrianus Taek terhadap warganya yang bernama Gregorius Leto (46) pada Rabu lalu (4/12/2019) sekitar pukul 01.00 dini hari saat sedang bermain judi bola guling.

Kades Nanaet Kandrianus Taek di Polsek Tasifeto Barat membantah tudingan atas aksi pemukulan oleh dirinya terhadap Gregorius. Dirinya mengaku sama sekali tidak memukul warganya, justru menyuruh Gregorius untuk kembali ke rumah karena melihat kondisinya yang sedang mabuk alkohol.

“Kami ini sementara bermain bola guling. Dia datang langsung berteriak, jadi saya bilang lebih baik kamu pulang untuk tidur sudah. Lalu dia Gregorius bilang, terus kepala desa, kau tegur saya ini kenapa?. Karena itu, saya menyuruh dia untuk kembali ke rumahnya,” urai dia.

Tapi, Gregorius diduga sempat mengancam akan memukul bahkan menikam Kades. Terhadap itu Kandrianus balik mengancam untuk segera menelpon Kapolsek Tasifeto Barat. Tidak saja itu, Kepala Desa Nanaenoe yang juga berada di lokasi sempat menegur Gregorius.

“Karena dia mau pukul saya, makanya saya bilang kalau kau mau pukul saya, lebih baik saya telepon kapolsek. Kepala Desa Nanaenoe juga sempat tegur dia karena dia ancam mau tikam,” sebut Taek.

Dua anggota Brimob yang melihat ada pertengkaran itu langsung datang ke lokasi untuk mengamankan Gregorius karena mengancam kepala desa. Kedua oknum anggota itu sempat pukul dia (Gregorius, red) karena dia ingin memukul saya.

Ketika ditanya soal lebam dan luka yang ada pada tubuh Gregorius, Kandrianus berkelik bahwa kemungkinan Gregorius terjatuh.

“Jadi, dia datang dengan mabuk parah. Kemungkinan dia jatuh sampai mulut luka. Setelah itu dia bilang saya pukul dia, sembarang saja. Jadi kalau ada yang bilang saya pukul dia itu keliru,” kata Taek.

Menurut salah seorang warga Anis, Gregorius sempat berteriak untuk meramaikan suasana judi. Namun, Kades Kandrianus merasa risih dan berkata, kau (Gregorius, red) siapa, warga mana yang sok kenal dengan saya.

Gregorius pun datang mendekat ke Kandrianus sembari berkata, “masa kau tidak kenal saya? Saya kan warga bapak”. Kades pun langsung memukul Gregorius disaksikan banyak warga di lokasi, namun langsung dilerai oleh warga.

Keluarga korban yang melihat ada lebam pada tubuh Gregorius langsung membawa korban ke Rumah Sakit Marianum Halilulik, dan setelah mendapat perawatan Gregorius pun diperbolehkan untuk kembali ke rumah.

Menurut Gregorius korban penganiayaan, saat sebelum kejadian dirinya sedang menonton Kades Kandrianus yang sedang bermain Judi Bola Guling. Untuk meramaikan suasana, dirinya pun mengeluarkan suara sekedar berteriak meramaikan suasana.