Pelatihan PLTS Off-Grid Lokal Agar Penerangan Desa Bisa Berkelanjutan

Bagikan Artikel ini

 

Kupang, NTTOnlinenow.com – Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Latihan Tenaga Kerja Dinas Koperasi dan Ketenagakerjaan, Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Program Electrification through Renewable Energy (ELREN) yang didukung oleh PT. Schneider Electric, New Energy Nexus dan Politeknik Negeri Kupang akan menyelenggarakan Pelatihan PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) pada tanggal 25 November – 13 Desember 2019 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Program Electrification through Renewable Energy (ELREN) adalah program kerja sama antara Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) mewakili Kementerian Federal Jerman Untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan. Program ini bertujuan untuk menginstitusionalisasikan pengetahuan tentang penerapan energi terbarukan, dalam hal ini adalah PLTS di daerah – daerah yang belum terkoneksi dengan jaringan PLN.

Untuk itu, ELREN mendorong peran dari UPTD Latihan Kerja Provinsi NTT sebagai salah satu Lembaga latihan kerja untuk ikut serta mendiseminasikan pengetahuan dan menyediakan layanan pelatihan terkait dengan PLTS. Sasaran pelatihan ini adalah para calon tenaga kerja yang berminat di bidang Pembangkitan Listrik Tenaga Surya dan para operator PLTS yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Alor.

Seperti diketahui bahwa sejak tahun 2011 – 2018, Pemerintah telah membangun lebih dari 600 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di daerah perdesaan off-grid diseluruh Indonesia. Sementara di Nusa Tenggara Timur terdapat kurang lebih 72 Sistem PLTS komunal. Saat ini Pemerintah juga mendorong pemasangan PLTS Rooftop maupun Program LTSHE (Listrik Tenaga Surya Hemat Energi). Namun demikian kebersinambungan dari program-program listrik perdesaan off-grid ini masih tetap menjadi tantangan yang perlu dimitigasi dengan baik.

Tantangan tersebut antara lain mulai dari kurang optimalnya sistem koordinasi dan sinergi program listrik perdesaan yang dilakukan antar lembaga Pemerintah, masih rendahnya tingkat pemanfaatan energi terbarukan untuk ekonomi produktif, tantangan teknis terhadap sistem yang telah terpasang, terbatasnya jumlah teknisi lo kal yang handal, serta belum tersedianya infrastruktur pendukung lokal seperti adanya perusahaan penyedia peralatan (input), maupun untuk pemeliharaan dan perbaikan.

UPTD Latihan Kerja selain mengandeng GIZ, juga mengandeng PT. Schneider Electric, New Energy Nexus Indonesia dan Politeknik Negeri Kupang. PT Schneider Electric sebagai perusahaan global yang focus pada bidang otomasi dan manajemen energi dengan pengalamannya dalam program “Access to Energy & Education” khususnya terkait dengan kesuksesan program Center of Excellence yang telah mampu mencetak lebih dari 80 guru dan 40 teknisi lab Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terlatih dan membantu 40 SMK hingga akhir 2019 dalam upaya melengkapi workshop pelatihan dengan peralatan yang memadai untuk bidang listrik, otomasi dan energi terbarukan sehingga dapat menjadi mitra strategi bagi UPTD Latihan Kerja Provinsi NTT untuk mengembangkan pusat pelatihan didaerah.

Sementara New Energy Nexus Indonesia adalah sebuah organisasi internasional yang memiliki misi untuk mendukung beragam wirausahawan untu k menjadi motor inovasi dan membangun kesetaraan dalam ekonomi energi bersih global melalui program akselerasi,

pendanaan dan akses ke jejaring internasional dan Politeknik Negeri Kupang sebagai think thank strategis daerah dan mitra strategis UPTD Latihan Kerja dalam penyelenggaraan pelatihan PLTS, yang mana para pelatih di Politeknik Negeri Kupang telah sebelumnya bekerja sama dengan GIZ dan juga memperoleh pelatihan langsung dari Renewable Energy Academy (RENAC), sebuah Lembaga training dan konsultasi yang berbasis di Jerman.

Pelatihan ini akan focus pada topik pengoperasian dan pemeliharaan PLTS. Para peserta akan diberikan pengetahuan tentang dasar-dasar ketenagalistrikan, kesehatan dan keselamatan kerja, fundamental cara kerja solar photovoltaic, aplikasi PLTS, cara pengoperasian dan pemeliharaan komponen dan sistem PLTS. Selain pengetahuan teknis para peserta juga dibekali tentang peluang usaha dan teknik mengembangkan ide-ide bisnis di bidang PLTS.

Diharapkan setelah pelatihan para peserta tidak hanya mampu mengoperasikan dan memelihara sebuah sistem PLTS, namun juga merangsang minat para peserta untuk melakukan usaha mandiri di bidang PLTS. Pelatihan juga diikuti dengan melakukan praktek lapangan di site PLTS Erbaun. Sementara untuk paska pelatihan akan dilakukan monitoring terkait dengan penerapan pengetahuan di PLTS, khususnya terhadap para operator dan juga penggalian aplikasi ide-ide bisnis yang telah dilakukan.