Realisasi PAD Tahun 2019 Capai 87 Persen

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD sudah mencapai 87 persen, dan dengan sisa waktu tahun anggaran ini, diharapkan target PAD tahun 2019 dapat tercapai.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang, Ari Wijana, mengatakan, untuk mengejar target PAD, maka Badan Keuangan sementara melakukan intensifikasi langsung. Jadi petugas semua yang ada di Badan Keuangan semuanya turun untuk menagih pajak daerah, diharapkan dalam kurun waktu sisa dua bulan ini, maka dapat terkejar.

Dia berharap agar di akhir masa tahun anggaran dapat mencapai diatas 90 persen. Pasalnya capaian PAD tahun 2019 akan menjadi evaluasi atau tolak ukur untuk tahun 2020.

Sedangkan untuk tahun 2020 mendatang juga pihaknya akan berupaya untuk melihat setiap potensi yang ada, sebagai sumber PAD, dan akan kaji bagaimana cara untuk meningkatkan PAD Kota Kupang.

Sementara untuk target PAD tahun 2020 mendatang, kata Ary, mencapai RP185 miliar. Namun Jumlah target PAD tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp187 miliar.

Ary Wijana mengaku, meskipun terjadi penurunan target PAD sebesar 2 miliar Rupiah, namun target PAD sebenarnya tidak sepenuhnya turun karena ada beberapa sumber pajak yang sudah tidak ada lagi namun tetap dihitung.

Menurutnya, ada obyek-obyek pajak yang tidak bisa digali karena secara regulasi diambil alih oleh provinsi, jadi ada beberapa perizinan yang sudah tidak ada di Kota lagi secara aturan.

Selain itu, lanjut Ari, adapun faktor lainnya yaitu ada potensi pajak yang sudah tidak ada lagi namun masih tercatat, misalnya ada restoran, rumah makan dan potensi lainnya yang sudah tutup namun tetap dihitung.

Menurutnya, realisasi PAD bukan hanya dikelola oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah saja, ada Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan beberapa dinas lainnya, tentunya data semua ini harus benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Oleh karena itu, kata Ary, kedepannya pihaknya akan buat satu sistem untuk semua dinas pengelola PAD, jadi misalnya ada masyarakat bayar di puskesmas, maka uangnya langsung masuk ke kas daerah, sehingga tidak ada lagi pembayaran tunai dari puskesmas ke dinas.

Dengan sistem ini, kata Ari, maka semua pajak daerah akan masuk ke satu sistem, nantinya setiap bulan barulah dicek di sistem. Prorgram ini bertujuan untuk mempercepat realisasi PAD dan juga sekarang Kota Kupang menuju smart city, maka tentunya semuanya harus smart dan cepat serta tersistem secara baik. ntt-02