Satgas RI-RDTL Yonif R 142/KJ Tingkatkan Minat Generasi Muda Belu Untuk Jadi Abdi Negara

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pos Mahen Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ menyambangi SMA Gabriel Manek di Desa Lahurus Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu dalam rangka meningkatkan minat para pelajar untuk menjadi prajurit TNI AD.

Keberadaan Satgas Yonif Raider 142/KJ di wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL berdasarkan Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, lebih rinci tercantum dalam pasal 7 ayat (2) huruf b angka 4 tentang pengamanan wilayah perbatasan.

Selain melaksanakan Tugas Pokok dalam menjaga tapal batas Negara, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ juga melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan (Binter Satnonkowil) dengan berkoordinasi kepada Satuan Kewilayahan yang ada serta instansi terkait dalam rangka mendukung pembangunan dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang berada di perbatasan.

“Selain melaksanakan pengamanan tapal batas NKRI, mereka juga berbagi ilmu pengalamannya tentang kiat-kiat untuk menjadi seorang prajurit TNI AD,” ungkap Dansatgas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin dalam keterangan pers yang diterima media, Selasa (19/11/2019).

Dia berharap semoga dengan adanya kegiatan saling bertukar pengalaman ini dapat menambah semangat para pelajar yang berada di perbatasan dalam menuntut ilmu.

“Banyak anak-anak yang berada di daerah perbatasan berminat ingin menjadi prajurit TNI AD, akan tetapi mereka kurang mengetahui tentang apa yang perlu disiapkan oleh seorang calon seorang prajurit agar dapat lolos dari beberapa tahapan test yang akan dilaluinyaantara lain mempersiapkan fisik, mental dan kemampuan intelektual,” papar Ikhsanudin.

Lebih lanjut jelas dia, saat ini Bapak KASAD telah memberikan alokasi secara khusus terhadap putra-putri terbaik dari beberapa daerah perbatasan untuk menjadi seorang prajurit dalam golongan Perwira, Bintara dan Tamtama.

Adapun daerah yang menerima alokasi khusus itu antara lain di Aceh, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Manado, Maluku, Ambon, Papua dan Papua Barat.
Prajurit ini nantinya akan ditempatkan di daerah mereka masing-masing yaitu di wilayah perbatasan.

“Diharapkan mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI,” tegas Ikhsanudin.

Dituturkan, pelaksanaan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Serda Rangga Mulyono selaku Wadanpos Mahen bersama 6 orang personel lainnya. Sebagaimana kita ketahui bersama, di daerah perbatasan terdapat begitu banyak generasi muda penerus Bangsa yang memiliki semangat dan keinginan luar biasa untuk menjadi seorang prajurit TNI AD.

Sementara itu, Bertus salah seorang siswa kelas XII mengutarakan keinginannya untuk menjadi seorang prajurit TNI AD.
“Saya ingin sekali menjadi prajurit TNI AD, dan saya telah mulai menyiapkan mental dan fisik saya,” ungkap dia.

Abraham selaku guru pengajar di tempat tersebut mengucapkan terima kasih kepada personel Pos Mahen yang telah menggugah minat siswa-siswinya untuk menjadi seorang prajurit TNI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah menggugah semangat siswa dan siswi kami, semoga mereka dapat lebih giat lagi belajar untuk menjadi prajurit TNI,” ucap dia.

Serda Rangga Mulyono selaku Wadanpos Mahen menyampaikan keyakinan para pelajar di daerah perbatasan Belu dengan Timor Leste banyak yang luar biasa, apalagi mereka memiliki minat untuk menjadi prajurit TNI.

“Oleh sebab itu kami sebagai TNI harus dapat memberikan petunjuk dan arahan agar mereka dapat menggapai cita-citanya, yaitu menjadi seorang prajurit TNI,” tandas dia.

Lanjut Rangga, para pelajar merupakan generasi muda penerus Bangsa, yang akan melanjutkan perjuangan para Pahlawan dengan mengisi kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap berdiri kokoh bersama negara-negara lain di dunia.