Demo Guru Teko Warnai Pembukaan Sidang I 2019 DPRD Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pembukaan sidang I tahun 2019 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu, Senin (18/11/2019) diwarnai aksi damai para Guru tenaga kontrak (teko) SD dan SMP di wilayah Belu.

Diketahui, polemik pengangkatan 204 teko Guru oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay di daerah perbatasan Belu wilayah
Timor Barat perbatasan RI-RDTL ternyata belum tuntas diselesaikan Pemerintah Daerah hingga saat ini.

Padahal, Bupati Lay telah merevisi SK pertama karena bermasalah yakni tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan (lama masa pengabdian) dan setelah mendapat protes para Guru Teko yang namanya tidak diakomodir.

Disaksikan media, para guru yang tergabung dalam Forum Solidaritas Guru Peduli Demokrasi itu mendatangi kantor DPRD Belu sekitar pukul 10.30 Wita, dimana saat bersamaan sedang berlangsung sidang Dewan.

Aksi guru teko di depan pintu gerbang kantor DPRD Belu sambil membawa sejumlah poster. Adapun dalam spanduk itu bertuliskan “jangan jadikan kami tumbal politik, stop tipu guru, berikan apa yang menjadi hak kami, rezim pemerintah kabupaten belu, dan beberapa spanduk atau poster lainnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi damai, Adrianus Mali dalam orasinya menegaskan pihaknya merasa pemerintah telah mempermainkan nasib mereka sebagai guru yang tidak tuntas penyelesaiannya.

Pasalnya, jelas Adrianus Mali dalam SK pertama nama mereka beberapa guru ada dan diakomodir dalam SK karena sudah mengabdi selama belasan tahun sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Pemerintah.

Akan tetapi, ada kepentingan pihak tertentu dalam SK dimaksud, dimana setelah ada revisi pada SK kedua nama mereka para guru tidak ada atau tidak terakomodir dalam SK kedua.

Terkait hal itu, para guru teko meminta kepada Pemerintah Belu dalam hal ini Bupati Belu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu untuk tidak mengorbankan mereka dalam SK.

“Jangan jadikan kami tumbal politik. Kami tidak tau politik, kami hanya mengabdi mencerdaskan anak-anak Bapak Ibu termasuk anak Bupati,” kata dia.

Dituturkan bahwa, selama ini dirinya bersama rekan guru lainnya sudah berulang kali mengadu kasus guru teko ke DPRD Belu dan Kadis P dan K bahkan ke Bupati Belu.

“Tetapi hingga hari ini tidak ada keputusan yang berpihak kepada kami para guru,” ungkap Adrianus Mali.

Aksi damai para guru Teko itu mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat Kepolisian Polres Belu dan Satpol PP Belu.

Hingga berita ini diturunkan, aksi damai para guru masih terus berlangsung di luar Kantor DPRD Belu. Sementara Pimpinan Dewan serta Komisi terkait dan bersama perwakilan guru teko tengah melakukan pertemuan di ruang Ketua Dewan Belu.