GP Ansor NTT Dukung Pemerintah Libas Kelompok Radikalisme

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTT meminta Pemerintah NTT lebih serius menyikapi tantangan berat keompok radikal.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT, Ajhar Jowe sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (11/11). Permintaan tersebut merujuk pada hasil rapat koordinasi nasional (Rakornas) GP Ansor yang berlangsung pada 7 November.

Ajhar mengatakan, menindaklanjuti hasil rapat dimaksud, GP Ansor Wilayah NTT berharap kepada pemerintah, khususnya Menteri Agama Fachrul Razi untuk mengambil sikap tegas melibas radikalisme. Hal tersebut bukan semata- mata dari aspek simbolik-parsialistik yang digunakan, tetapi pada konsentrasi gerakan pada aspek ideologi dan sistim.

“Langkah itu diambil agar secara gamblang bisa mendukung tujuan Presiden Jokowi memberantas radikalisme,” kata Ajhar.

Ia berargumen, selain empat menteri dengan isu yang sama memberantas radikalisme, GP Ansor juga mendesak pemda, gubernur, para bupati se- NTT harus berkomitmen merespon gerakan- gerakan kelompok yang menentang ideologi Pancasila. Organisasi yang dianggap radikal, secara masif yang terus melakukan agenda yang mengatasnamakan agama perlu ada antisipasi, dengan merespon segala bentuk yang di lingkungan masyarakat.

“Apapun gerakan yang mengatasnamakan agama dengan menolak Pancasila sebagai ideologi, wajib untuk diperangi,” tandas Ajrah.

Ia menyatakan, GP Ansor berkeyakinan, pemerintah punya kekuatan melalui birokrasi bisa mendeteksi keberadaan kelompok radikal. Memang kelompok radikal mendesain berbabagai cara untuk melakukan gerakan- gerakan agar tidak mudah dibaca masayrakat.

“Sesuai pencermatan, kelompok radikal yang pada awalnya anti Pancasila, kini sudah berani mengusung tema Pancasila. Tapi isi kegiatan tetap soal perjuangam serta misi utama khilafah,” papar Ajhar.