Warga Manulai Dua Kecewa Dengan Pemerintah Terkait Sosialisasi Pembangunan Rumah Sakit Umum

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Warga Manulai dua khususnya yang berada disekitaran RW 5, Kelurahan Manulai Dua kecewa dengan Pemerintah Kota Kupang, dengan Provinsi NTT terkait pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat di wilayah tersebut. Kekecewaan warga disebabkan masalah lahan yang belum terselesaikan, namun pemerimtah sudah melakukan sosialisasi mengenai Analisis Dampak Lingkungkan (Amdal) dari keberadaan Rumah Sakit.

Kekecewaan itu disampaikan Leonard Lodo Warga Rt 14, Rw 20 Kelurahan Manulai, dalam Konsultasi publik sosialisasi kegiatan study amdal Pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Kupang di Kelurahan Manulai Dua, Kecamatan Alak. Konsultasi Publik itu berlangsung di Kantor Lurah Manulai Dua, Jumat 8 November 2019.

Menurutnya, Seharusnya pemerintah menyelesaikan masalah lahan terlebih dahulu, sebelum lakukan sosialisasi. Pasalnya ada sekitar lahan milik 61 Kepala Keluarga seluas 6 Hektar lebih yang diserobot pemerintah untuk pembangunan tersebut, sehingga masalah lahan harus diselesaikan terlebih dahulu, sebelum dilakukan sosialisasi menyangkut apapun terkait pembangunan rumah sakit, sehingga tidak ada masalah ketika rumah sakit jadi dibangun.

Hal Serupa disampaikan, Frit Manafe Warga Rt 13, Rw 15. Menurutnya, masalah lahan harus diselesaikan terlebih dahulu, karena sampai saat ini masyarakat masih resah dengan masalah status tanah yang akan dibangun Rumah Sakit. Sehingga pemerintah diharapkan jangan menambah keresahan masyarakat dengan sosialisasi pembangunan dan Amdal.

Frit mengatakan, pemerintah mengaku bahwa lahan milik pemerintah secara keseluruhan berjumlah, 50 hektar lebih, namun sesuai putusan pengadilan, yang juga dipegang oleh dirinya, lahan yang baru dimenangkan oleh pemerintah hanya seluas 20 Hektar. Untuk itu, seharusnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan dialog dengan masyarakat menyangkut lahan yang akan dibangun rumah sakit secara keseluruhan.

Menanggapi keluhan Masyarakat, Rw 5, Sekertaris Lurah Manulai Dua, Bobby Haning mengatakan, sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah hanya menyangkut Amdal terkait pembangunan rumah sakit tersebut. Sementara menyangkut masalah lahan tidak akan dibahas dalam forum diskusi itu. Untuk itu Masyarakat diminta bersabar karena masalah lahan akan diselasaikan oleh pemerintah sebaik-baiknya.

Ketua Tim Penyusun Analisis Dampak Lingkungan, atau Amdal, Pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat di Kelurahan Manulai Dua, Aan Djimi mengatakan, Sosialisasi Penyusunan Study Amdal, yang dilakukan sesuai dengan peraturan menteri Lingkungan Hidup, dan Kehutanan Nomor 38 tahun 2019 tentang jenis rencana usaha atau kegiatan yang wajib memiliki amdal. Untuk itu pembangunan rumah sakit umum pusat dikelurahan Manulai dua, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi NTT, wajib dilengkapi dengan study analisis mengenai dampak lingkungan.

Menurutnya, Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan rumah sakit yang berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap Lingkungan, mengidentifikasi rona lingkungan hidup awal yang mungkin terkena dampak penting meliputi, kondisi fisik kimia, biologi, sosial, ekonomi dan budaya serta kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penting yang ditimbulkan oleh rumah sakit, dan memberikan panduan untuk rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan rumah sakit.