Semarak Penutupan FWI di PLBN Mota’ain, Desa Silawan Perbatasan Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sanggar sandelud Kodim 1618/TTU, sanggar Sotir Diak pelajar SMPN Silawan, Desa Silawan, Kabupaten Belu meriahkan penutupan Festival Wonderful Indonesia Indonesia (FWI) Crossborder Indonesia-Timor Leste, Rabu (6/11/2019).

Pantauan media, tarian mengusir penjajah para penari sanggar asal Kabupaten TTU serta pelajar SMP Silawan memukau undangan dan warga yang memadati terminal PLBN Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL tempat berlangsungnya penutupan FWI tahun 2019 itu.

Selain aktraksi tarian daerah dari dua sanggar, kegiatan terakhir FWI ke-12 di perbatasan Mota’ain dengan Batugade dimeriahkan juga dengan penampilan band music lokal seperti harmoni band, panglima band, zumba, band Silawan serta hiburan lainnya.

Kurang lebih belasan stand ekonomi yang menjual hasil kerajinan lokal warga perbatasan Belu, Malaka dan TTU dihadirkan panitia FWI dalam meriahkan penutupan kegiatan meningkatkan promosi pariwisata di daerah yang berbatasan langsung dengan bekas Propinsi ke-27 Timor-Timur itu (Timor Leste).

Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan dalam sambutan sekaligus menutup kegiatan Festival Wonderful Indonesia memberikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Indonesia yang telah mendesain kegiatan di tepian negeri rai Belu.

“Kegiatan Festival Wonderful Indonesia ini telah dilaksanakan yang ke-12 dan hari ini penutupan. Hajatan Kemenpar ini dilaksanakan 12 kali secara bergilir di empat pintu PLBN yakni, Mota’ain Kabupaten Belu, Motamasin Kabupaten Malaka, Napan dan Wini Kabupaten TTU,” urai Ose.

Dikatakan, dari tahun ke tahun Kemenenterian Pariwisata selalu terlibat dengan pemerintah daerah Belu hadirkan program yang digagas dalam rangka menjalin tali silaturahmi warga perbatasan, tingkatkan ekonomi warga batas sekaligus promosi pariwisata.

“Mungkin ada kekurangan itu unsur kemanusiaan, tapi program ini mempunyai makna dan dampak yang besar ke depan. Kita tidak ingin utak-atik, kegiatan ini positif tingkatkan tali silaturahmi dengan saudara kami dari Timor Leste. Mari bina tali persaudaraan kita dengan Timor Leste lewat kegiatan festival ini,” ujar mantan Sekda Belu itu.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Indonesia, Ricky Fauziyani menyampaikan kehadiran Festival Wonderful Indonesia ini memenuhi janji warga di daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah serta seluruh lintas sektor di pintu perbatasan negara, karena tanpa bantuan kita tidak ada apa-apanya,” akui dia.

Dituturkan bahwa, ini penutupan FWI yang ke-12 kegiatan terakhir. Sebelumnya telah dilaksanakan 11 bukan hanya di satu PLBN tapi kegiatannya di semua PLBN yakni PLBN Motamasin, Wini, Napan dan Mota’ain yang dibuka sejak tanggal 17 Agustus lalu dan penutupan hari ini 6 November 2019.

“Kami Minta maaf apabila selama dalam kegiatan ini ada tutur kata, kesalahan kami selaku panitia. Kita harap crossborder tetap dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi kedua warga negara di perbatasan juga peningkatan ekomoni warga dan meningkatkan destinasi pariwisata baru,” pinta Ricky akhiri sambutan.

Untuk diketahui, penutupan kegiatan FWI ke-12 di terminal PLBN Mota’ain dimeriahkan juga dengan kehadiran komunitas pecinta motor honda seperti club CB dan Vespa dari pulau Jawa dan daratan Timor.