Ini Keluhan Warga Fatubenao Saat Ditemui Anggota DPRD Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Warga masyarakat Fatubenao, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota keluhkan sejumlah kesulitan mulai dari air bersih, infrastruktur jalan hingga penerangan listrik yang masih luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Belu.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara warga bersama Anggota DPRD Belu, Anggota DPRD Belu Benedictus Manek dan Theodorus Manehitu Juang saat berdiskusi mendengarkan keluhan yang menjadi kebutuhan prioritas warga di halaman Kantor Lurah Fatubenao, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa (5/11/2019).

Kornelis Asa Lae salah seorang warga menyampaikan bahwa selama ini warga Fatubenao sangat kesulitan untuk memperoleh air bersih demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Akui dia, warga disini susah air bersih bahkan mesin bor sudah rusak dan warga sudah swadaya untuk tambah daya, tetapi kekurangan pipa ukuran 2 dim sebanyak 150 batang.

Senada warga lain, Casimiro mengemukakan bahwa selain air bersih warga juga kesulitas akses jalan lantaran jalan raya yang sudah rusak dan berlubang tetapi tidak ada perhatian dari Pemkab Belu untuk memperbaiki sampai sekarang.

Dijelaskan, jalan rusak itu tidak saja pada jalan umum tapi juga di jalan gang lingkungan yang ada dalam wilayah Kelurahan Fatubenao. “Kami tidak pernah dapat proyek jalan. Seperti jalan Bauatok-Manleten sudah rusak, padahal tiap hari pejabat lewat tetapi hanya diam. Memangnya bukan wilayah Kabupaten Belu? Kalau bisa tolong diperhatikan, karena jalan sudah hancur,” ucap dia.

Warga lain Frans Kali dalam pertemuan itu meminta Anggota DPRD Belu untuk menperjuangkan keluhan warga agar Pemerintah Belu bisa memperhatikan kesulitan yang dialami warga. “Kasihan warga, kami disini susah untuk dapat air bersih. Kalau bisa pemerintah bantuan sumur gali, tidak perlu sumur bor karena butuh alat dan biayanya besar,” pinta Kali.

Tambah Kali, selain itu juga ada banyak warga Fatubenao yang masih menempati rumah tidak layak huni bahkan tidak ada penerangan (listrik). “Kasihan anak-anak sekolah di RT 32 sampai hari ini tidak ada listrik. Rumah warga masih gelap,” sebut Kali.

Keluhan lain diungkapkan warga seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan kelompok tani, kelompok tenun ikat, pagar sekolah, SDM Pemuda, terminal yang tidak berfungsi. Termasuk Tempat Pemakaman Umum (TPU-Kuburan) yang dijanjikan Bupati Belu, Willybrodus Lay dan lainnya yang sampai hari belum mendapat perhatian dari pemerintah.

Menyikapi keluhan warga dalam reses Anggota DPRD Belu, Benedictus Manek mengatakan bahwa apa yang dikeluhkan warga ini ditampung menjadi catatan penting untuk disampaikan kepada Pemerintah nanti dalam sidang I dewan akan datang.

Ketua Komisi I DPRD Belu itu mengaku bahwa ternyata setelah turun langsung dan bertemu dengan warga, baru mengetahui persis bahwa masih banyak persoalan sosial yang belum mendapat sentuhan dari pemerintah melalui program teknis yang manfaatnya langsung di rasakan masyarakat.

“Apa yang menjadi keluhan ini, sesuai tugas dan fungsi kami sebagai DPRD Belu. Kami akan berkoordinasi, menyuarakan secara tegas meminta pemerintah untuk segera menjawab keluhan yang menjadi persoalan warga di sini,” ujar Benny sapaan akrab politisi Partai NasDem itu dihadapan warga.

Kesempatan itu Theodorus Juang tambahkan, dirinya bersama beberapa anggota DPRD Belu periode 2019-2024 memang baru dilantik. Namun atas dukungan semua warga Fatubenao dengan berbagai cara akan mencoba untuk menyuarakan aspirasi ini kepada pemerintah untuk menindaklanjutinya sehingga dapat menjawab persoalan yang selama ini masih dialami warga kelurahan Fatubenao.