Tahun 2020, Pemkot Kupang Kembali Bangun Dua Taman

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Ditahun anggaran 2020 mendatang, Pemerintah Kota Kupang berencana untuk mengusulkan pembangunan dua taman di Kota Kupang. Yaitu taman alun-alun kota Kupang di jalan Ina Bo’i, dan taman Taman Generasi Penerus (Tagepe) di jalan Sam Ratulangi.

Dua taman ini merupakan pekerjaan lanjutan, awalnya dua taman ini sudah dikerjakan pada tahun anggaran murni tahun 2019.

Taman Tagepe dikerjakan tahun 2019 dengan anggaram sebesar Rp 2,2 miliar, yang dikerjakan oleg CV Brawijaya Grup, dan taman Alun-alun kota dengan nilai kontrak Rp 2 miliar, dikerjakan oleh CV Investama.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengatakan, dua taman ini merupakan pekerjaan taman yang dibangun dalam dua tahapan, tahap pertama dikerjakan tahun 2019 dan tahap dua dikerjakan tahun anggaran 2020.

“Jadi nanti taman tagepe ini akan menjadi arena bermain anak, memberikan ruang dan sarana pendukung lainnya agar anak-anak leluasa bermain di taman ini,” ungkapnya.

Sementara untuk alun-alun kota, Jefri mengaku tahap satu ini belum finish, karena keseluruhan pembangunan selesai pada tahap II sesuai dengan perencanaan yang ada.

Jefri juga mengingatkan kepada semua rekanan yang saat ini mengerjakan beberapa taman di Kota Kupang, agar memperhatikan masa kerja agar tidak melewati batas waktu yang ditetapkan.

“Saya sudah ingatkan agar proyek-proyek pembangunan fisik harus selesai pada Desember 2019, jangan sampai terlambat dan berpengaruh pada segi kualitas dan pemanfaatannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Hengki Ndapamerang, mengatakan, hampir keseluruhan proyek infrastruktur di Kota Kupang sudah mencapai 50 persen, termasuk pembangunan beberapa taman.

Hengki menjelaskan, pekerjaannyang ada pada Bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air sudah proses pembayaran tahap dua, sementara Bina Marga masih berproses di Inspektorat.

“Sekarang untuk proses pencairan dana DAK, mekanismenya berbeda, dimana untuk pencairannya harus menunggu hasil review, yang bukan hanya dari Badan keuangan tetapi juga dari Isnpektorat, sehingga untuk Bina Marga dan Sumber daya air masih menunggu hasil review,” terangnya.

Dia mengaku, sesuai dengan aturan, walaupun pekerjaan fisik sudah mencapai 50 persen, namun pembayaran tahap II belum bisa dibayarkan, karena review hanya sampai 35 persen, padahal fakta di lapangan sudah mencapai 90 persen dan sudah harus PHO untuk saluran. Sementara untuk irigasi, hampir semua paket sudah harus di PHO.

“Tetapi walapun semua pekerjaan sudah harus di PHO, namun untuk pembayaran belum bisa dilakukan karena harus mengikuti mekanisme pembayaran yang ada di Badan keuangan,” ujarnya.

Menurut Hengki, memang dana DAK untuk tahun 2020 mendatang mengalami penurunan, dimana pada tahun 2019 dana DAK jalan sebesar Rp 32 miliar, sementara untuk tahun 2020 nanti turun menjadi Rp 25 miliar.

Sementara untuk DAK untuk irigasi, di tahun 2019 PUPR Kota Kupang mendapatkan Rp 2,5 miliar, semnetara tahun 2020 nanti hanya Rp 1 miliar.

“Jika ditanya kenapa dana DAK berkurang, tentu kami tidak mengetahui alasannya secara pasti, karena itu merupakan kebijakan pemerintah pusat. Karena tahun kemarin penyerapan dana DAK 100 persen, sementara tahun ini masih dalam proses berjalan,” kata Hengki.

Sementara untuk lima taman yang dibangun, Hengki mengakui bahwa semua pekerjaan sudah mencapai 50 persen, dan diharapkan dapat selesai pada Desember nanti.