Ungkapan Warga Desa Fohoeka Saat Penutupan TMMD Ke-106 di Belu Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepala Desa Fohoeka, Agustinus Berek bersama seluruh warga desa menyampaikan terima kasih atas kepedulian TNI melalui Program TMMD ke-106 di wilayah Kodim 1605/Belu yang telah membantu warga mengatasi kesulitan air bersih dan akses transportasi di tiga dusun.

Peran prajurit TNI Satgas TMMD Kodim 1605/Belu melalui program TMMD baik itu kegiatan fisik maupun non fisik yang dilaksanakan selama sebulan berdampak positif sangat membantu warga desa di wilayah Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Akui Berek, dengan adanya bantuan program TMMD ini warga dengan mudah mendapat air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari, tidak perlu lagi berjalan jauh mengambil air di sungai. Selain itu dengan jalan yang dibuka akses warga untuk bepergian tidak sulit lagi ketimbang sebaliknya harus memutar jauh.

“Saya bersama seluruh warga Fohoeka sangat berterima kasih banyak kepada Panglima Udayana yang sudah melakukan giat TMMD untuk kami di Desa Perbatasan ini. Semua giat ini sangat berguna untuk kami, semoga desa kami bisa lebih maju dan lebih baik lagi dari sekarang,” ungkap dia di penutupan TMMD ke-106 bertempat di halaman Gereja Laktutus, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatassan RI-RDTL, Kamis (31/10/2019).

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto melalui Kasi Ter Korem 161/WS Kol Inf Abdullah Jamali saat memimpin upacara penutupan TMMD ke-106 di wilayah Kodim 1605/Belu menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan yang dapat menghadiri upacara penutupan TNI manunggal membangun desa ke-106 di wilayah Kodam IX/Udayana Tahun Anggaran 2019.

Dikatakan, semoga program TNI Manunggal Membangun Desa ke-106 Tahun Anggaran 2019 di Kabupaten Belu yang telah dilaksanakan di Desa Fohoeka selalu mencurahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita sekalian dalam rangka mewujudkan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.

“Kegiatan TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI-Polri, Kementerian, lembaga Pemerintah non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta seluruh komponen bangsa lainnya,” ujar dia dalam sambutan.

Jelas Jamali, berbagai kegiatan sasaran telah selesai dilaksanakan dalam TMMD kali ini terdiri dari sasaran fisik dan nonfisik. Pada sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur atau sarana prasarana yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat terutama untuk membuka isolasi suatu daerah terpencil seperti pembukaan jalan baru, pembuatan bak penampungan air dan jaringan pipanisasi sepanjang 2000 meter.

Sedangkan untuk kegiatan non fisik dilakukan dalam rangka mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam membangun daerah menuju kehidupan sosial yang lebih maju sejahtera dan mandiri.

Lanjut Jamali, sasaran non fisik berupa penyuluhan- penyuluhan sangat penting untuk menggugah dan memupuk komitmen persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara serta semangat nasionalisme dalam rangka memperkokoh kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, bahaya radikalisme dan ISIS, pelayanan kesehatan teknologi tepat guna, kesadaran hukum dan HIV AIDS.

Selaku penanggungjawab keberhasilan operasional Kodam IX/Udayana disampaikan terima kasih kepada semua pihak baik itu warga, tokoh adat, tokoh agama termasuk Polri yang terlibat atas dukungan dalam pelaksanaan TMMD ini sehingga dapat berjalan dengan tertib lancar dan dapat selesai tepat waktu sesuai harapan kita bersama.

“Harapannya hasil TMMD kali ini dapat digunakan sebagai motivasi dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik disertai pemeliharaan dan yang berkesinambungan baik oleh Pemda maupun Instansi terkait serta masyarakat setempat,” ucap dia.

Kesempatan itu disampaikan juga terima kasih kepada prajurit TNI Satgas Kodim Belu yang telah melaksanakan tugas dengan tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI serta mengedepankan jati diri prajurit TNI dan Polri yang profesional, modern, tangguh dan berwawasan kebangsaan serta dicintai rakyat.

Hadir dalam acara penutupan TMMD ke-106 di Desa Fohoeka, Dandim 1605/Belu, Sekda Belu, Pimpinan Forkopimda Belu, Dansatgas Pamtas Sektor Timur RI-RDTL Yonif R 142/KJ, Ketua FKPPI Kabupaten Belu, Direktur PT. Kuda Laut, Ketua Persit KCK Dim 1605/Belu, Camat Nanaet Duabesi beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh adat serta warga masyarakat kecamatan setempat.

Untuk diketahui kegiatan TMMD ke-106 di wilayah Kodim 1605/Belu bertajuk “Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat dibuka secara resmi oleh Bupati Belu, Willy Lay pada tanggal 2 Oktober 2019 lalu.