Sejarah Pancasila

Bagikan Artikel ini

Judul: Pendidikan Pancasila.

Penulis: M. Taufik, S.H.,M.H., Dian Isnaeni, S.H.,M.H.,Dr. Mayiyadi,S.H.,M.H.,

Prof. Dr. Drs. Yaqub Cikusin, S.H.,M.Si., Dr. Hj. Rahmatul Hidayati,

S.H.,M.H.,  Dr. Suratman, S.H.,M.H., Drs. H. Moh. Bakar Misbakhul Munir,

M.H, Umar Said Sugiharto, S.H.,M.S., Dr. H. Abdul Rokhimin, S.H.,

M.Hum., Hayat, S.AP., M.Si., Drs. Noorhuda Muchsin, B.E., M.M., Dr. Ir.

Sumartono, M.P

Penerbit: Penerbit Baskara Media.

Cetakan: I, 2018.

Tebal: xii + 382 halaman.

ISBN: 978-602-50306-7-3.

Harga : 42.500,00.

Diresensi oleh: Nimas Niswati./21901073030

Institut: Universitas Islam Malang/FKIP

Berdasarkan buku “Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi” ini berisikan tentang terbentuknya Pancasila. Sebelum Pancasila itu terbentuk terdapat 3 masa Kerajaan, yang terdiri dari kerajaan kutai, kerajaan Sriwijaya, dan kerajaan terbesar di Jawa yaitu kerajaan Majapahit.  Pancasila sendiri memiliki 2 makna yaitu “Panca” berarti lima dan “Syila” vokal i pendek yang berarti batu sendi,alas, atau dasar. Menurut kitab Sutasoman Pancasila berarti “batu sendi yang lima” atau “pelaksanaan kesusilaan yang lima”.  Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, sebelum di konkritkan atau di sahkan, masyarakat di masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut  Notonegoro meyebutkan bahwa Pancasila adalah dasar filsafat serta ideologi negara yang dapat diharapkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Pada 1 Juni 1945 Ir. Soekarno menambahkan di akhir pidatonya bahwa kelima asas tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang disebut Pancasila. Pancasila juga sebagai ideologi negara, artinya  Ideologi Pancasila mendasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Pancasila yang sebagai etika politik, nila-nilai Pancasila sebagai sumber etika politik,Pancasila yang pada awalnya merupakan kensensus politik yang memberi dasar bagi berdirinya negara Indonesia, berkembang menjadi konsensus moral yang digunakan sebagai sistem dalam mengkaji moralitas bangsa dalam konteks hubungan berbangsa dan bernegara.

Pancasila juga memiliki hubungan dengan Agama. Di  Indonesia sendiri memiliki 6 agama yang telah diakui seperti Hindu,Budha,Konghucu,Islam,Kristen,Katolik. Keberadaan agama itu sendiri  mulai dari pra-penjajahan hingga masa reformasi dan  masih berkembang dengan baik, begitupula dengan jaman sekarang. Pancasila dan agama memiliki hubungan karena Pancasila telah dirancang untuk mengkomodir segala problematika kehidupan beragama dengan kebangsaan dan bernegara. Nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,bernegara dan beragama, merupakan suatu objek yang baik,berharga, berguna, dan benar. Adapula hubungan antara Pancasila dan UUDRI, yakni pada  pembukaan(mukaddimah) UUD’45 dan hubungan Pancasila dengan pasal UUD’45. Pancasila juga sebagai dasar pengembangan IPTEK, karena perkembangan IPTEK tidak terlepas dari lingkupnya, maksudnya IPTEK selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Pancasila yang  dijadikan sebagai tolak ukur kebenaran.

Sebagai generasi muda, kita harus bisa memahami tentang nilai nilai Pancaila yang ada. Kenapa?  Karena kita akan memiliki kehidupan yang memiliki dasar sesuai dengan dasar negara Indonesia yang baik dan benar.