Kotaku Gelar Festival Kupang Youth Centre

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Komunitas Kota Tanpa Kumu (Kotaku) akan menggelar Festival Kupang Youth Centre (KYC). Festival ini melibatkan para pelaku seni dan UMKN di Kota Kupang. Kegiatan ini akan dibuka hari ini, Jumat, (25/10/2019) sampai besok, Sabtu, (26/10/2019).

Kegiatan yang melibatkan puluhan UMKN di Kota Kupang itu, nantinya akan memajangkan hasil-hasil produk mereka untuk ditonton khayalak ramai. Para pelaku UMKM ini, nantinya akan dibuatkan stand masing-masing para gelaran kegiatan tersebut.

Sekretaris Kotaku, Rudi Tokan kepada wartawan, Jumat, (25/10/2019) mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang promosi produk-produk para pelaku UMKN.

Rudi Tokan memandang perlu adanya upaya untuk menyiapkan ruang bagi para pelaku UMKM. Sebab, para pelaku UMKM penuh bakat itu, selama ini ketiadaan ruang yang disiapkan untuk memasarkan produk mereka. Mereka bergerak dalam keterbatasan.

“Mereka patut mendapatkan ruang untuk memajangkan produk mereka, agar kemudian dilihat publik, untuk seterusnya bisa dibeli. Ini juga sebagai pemasaran, ketika ruang ini disiapkan, maka para pegiat UMKM yang penuh kreasi itu bisa fokus sepenuhnya ke produksi,” kata Rudi Tokan.

Kegiatan ini, kata Rudi, diharapakan menjadi tonggak dasar promosi produk. Kedepannnya, ditengah perekembangan ekonomi digital, diharapkan nantinya bisa dibuatkan sebuah aplikasi digital, untuk memasarakan produk mereka secara digital.

Ketua Panitia Jems Tuke, mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan itu, memang fokus untuk ekonomi kreatif. Kegiatan ini diselenggarakan dengan melihat geliatnya para pelaku UMKM namun tidak dibarengi dengan pemasaran yang memadai.

“Untuk itu, kegiatan ini dilakukan untuk menjual produk mereka. Setelah kami invetarisir, rupanya banyak pegiat ekonomi kreatif yang bergerak di kota Kupang. Kegiatan ini, selain sebagai upaya pemasaran, juga untuk menyatukan mereka untuk bergerak bersama,” sebutnya.

Jems menyebut, banyak anak muda di Kota Kupang yang memiliki bakat dan potensi, namun tidak dioptimalkan dengan baik, salah satu kendala adalah ketiadaan ruang dan fasilitas untuk mendukung upaya mereka.

“Kegiatan ini diharapkan mejadi lokomotif dan sarana pengembangan dan penampung semua produk anak muda NTT,” ujarnya.

Salah satu pegiat UMKN, Marsel kopong mengaku tidak mempunyai ruang untuk memasarkan produknya, sehingga kegiatan yang diselenggarakan tersebut, sangat potensial untuk memasarkan produknya.

Marsel sendiri adalah pegiatan UMKM yang berlokasi di Sikumana, ia membuka usaha alas kaki selama puluhan tahun. Alas kaki itu, ia kombinasikan dengan tenun ikat. Bahan baku dari alas kaki itu, ia datangkan dari Surabaya.

Senada juga disampaikan Sultan Syarif, kegiatan yang diselengagrakan itu, boleh jadi memberi harapan baru, atau angin segar bagi para pelaku UMKN yang ingin menjual produknya.

Syarif sendiri adalah para pegiata UMKM yang berlokasi di Kecamatan Alak. Memanfaatkan bambu, ia kemudian menganyamnya menjadi tas, Tudung Saji, Kap Lampu dan kerajinan tangan lainnya.

Nura Hama, guru Sekolah menengah Teologi Kristen Kota Kupang, menyambut baik kegiatan itu, dan siap memajangkan hasil produk anak-anak didikannya.

Dia mengaku, potensi anak-anak muridnya luar biasa, mereka merubah sampah-sampah (bahan-bahan plastik bekas) menjadi tas. Selain itu, mereka mewarnai baju polos dengan berbagai lukisan, serta kuliner dari Ubi dan Jagung.

“Namun selama ini, mereka hanya menjual.di kalangan sendiri, titip di kantin sekolah saja, sehingga kegiatan ini, kami bisa lebih luas memajangkan produk kami,” sebutnya.