Festival Fulan Fehan Lestarikan Tarian Tradisional Budaya Belu-Timor

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Belu bekerjasama dengan institusi Seni Indonesia Surakarta didukung Wonferful Indonesia akan menggelar festival Fulan Fehan III tahun 2019.

Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi Kabag Protokol, Publik dan Komunikasi Setda Belu Roni Mau Luma dalam konferensi pers bersama awak media, Rabu (23/10/2019) menuturkan, rangkaian kegiatan festival Fulan Fehan digelar mulai tanggal 25 Oktober sampai dengan puncak festival tanggal 28 Oktober nanti.

Dituturkan, tanggal 25 Oktober pukul 08.00-21.00 Wita dilaksanakan kegiatan Fiesta Timoresia bertempat di halaman kantor Plaza Pelayanan Publik meliputi bazar kuliner dan kerajinan lokal, Fulan Fehan adventure, ritual adat bei gege asu-dirun, display marching band pelajar, golden memory fiesta, kompetisi dansa medley.

Tanggal 26 Oktober pukul 06.00-21.00 Wita kegiatan Belu Beraksi bertempat di Plaza Pelayanan Publik meliputi belu ethno zumba, fun walk “against plastic” sport show (atraksi jawara belu), Fulan Fehan 10k, senam meraih bintang 1.000 pelajar, student fashion show dan atambua community show.

Tanggal 27 Oktober pukul 09.00-22.00 Wita bertempat di Plaza Pelayanan Publik digelar lomba mewarnai dan literasi anak, atambua ethno carnaval, pentas seni etnis, fashion show tenun ikat belu (tenun ikat pewarna alami) dan pesta rakyat (free kuliner).

Puncak kegiatan 28 Oktober di puncak Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL akan tampil sebanyak 1.500 penari Likurai dari kalangan pelajar dan umum sanggar binaan dinas P dan K Belu.

Selain itu juga penampilan penari asal Negara Timor Leste klibur kultura loro oan aprezenta danca historical baluk rai Timor Leste husi tempu portugues ba to’o ukun aan. Acara festival tersebut akan dimeriahkan juga dengan penampilan band musik Slank.

“Tujuan dari festival Fulan Fehan akan diangkat tarian yang sudah lama atau hampir dilupakan. Karena itu kita menggali tarian itu untuk kita pentaskan, dengan adanya begitu budaya kita akan terjaga dan tetap lestari,” ujar dia kepada media di lantai I ruang kerja Bupati Belu.

Tujuan lain dari kegiatan tersebut yakni, bisa mendatangkan para turis baik domestic, manca negara. Dalam puncak kegiatan festival Fulan Fehan ada hadir juga Menteri Muda seni dan budaya Timor Leste dan kita juga harapkan kehadiran Pak Gubernur NTT.

“Kegiatan mulai tanggal 25 dan puncak di tanggal 28 Oktober. Tapi sebelum itu pagi masih digelar apel peringatan hari sumpah pemuda di Kota. Setelah itu baru bergeser ke kegiatan Fulan Fehan,” ujar dia.

Lay mengatakan, sebagai orang Belu kita harus berbangga karena memiliki budaya yang sangat luar biasa, terbukti di tanggal 17 Agustus lalu peringatan HUT RI ke-74 di istana merdeka Jakarta penari asal Belu tampil dengan tarian Likurai budaya daerah Belu-Timor.

“Kita harus bangga orang Belu punya budaya tradisional luar biasa. Kita jual itu tarian dan Belu yang kita angkat itu tarian Likurai capaian paling tinggi. Festival ini juga mencuri perhatian dari musik atau theater-theater dunia, dimana tahun depan penari Likurai akan tampil di negara Jepang, benua Eropa, Asutralia dan Taiwan,” akhir Lay.