Komunitas Tenun Ikat Timor Asal Belu Ikut Program On-Boarding UMKM Bank Indonesia di Jakarta

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Pendiri komunitas tenun ikat timor asal Kabupaten Belu bersama sejumlah pelaku usaha lainnya di Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) binaan dan mitra KPw Bank Indonesia Propinsi NTT mengikuti program on-boarding UMKM Bank Indonesia.

Kegiatan gaungnya Bank Indonesia Pusat yang juga diikuti pelaku usaha di Kabupaten/Kota binaan dan mitra KPw Bank Indonesia di seluruh Propinsi se-Indonesia berlangsung selama dua hari sejak (21/10/2019) sampai Selasa (22/10/2019) di ballroom hotel millenium, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

I Nyoman Ariawan Atmaja selaku Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Propinsi NTT melalui Asisten Manajer Fungsi Pengembangan UMKM Bank Indonesia Provinsi NTT, Fery Adhiwibowo mengatakan program on-boarding UMKM Bank Indonesia adalah program pengembangan dan pendampingan UMKM berbasis digital agar dapat melakukan pemasaran secara online di platform e-commerce maupun marketplace terhubung dengan financing dan digital payment.

“Program on-boarding UMKM merupakan inisiasi Bank Indonesia dalam rangka menyukseskan inklusi keuangan,” jelas dia.

Lanjut Fery, sampai dengan saat terdapat 898 UMKM binaan dan mitra BI, diantaranya 401 UMKM potensial, 51 UMKM sukses, 91 UMKM telah menembus pasar ekspor dengan nilai mencapai 1,4 triliun dalam satu tahun terakhir.

“Lebih dari 355 UMKM telah memanfaatkan platfon digital dalam pemasarannya serta 173 UMKM diantaranya telah mendapat pembayaran perbankan,” ucap dia.

Dituturkan bahwa, Bank Indonesia berinisiatif mengembangkan dan memperluas implementasi ekonomi dan keuangan digital melalui program pengembangan UMKM berbasis digital melalui on-boarding pada platform e-commerce yaitu program on-boarding UMKM pada program tersebut.

Lanjut Fery, terdapat kuriculum yang akan disampaikan kepada UMKM mengenai proses pembukuan, laporan keuangan sederhana, pemasaran melalui media social, prosedur pendaftaran hak merek dan hak paten, teknik foto produk, aktivasi digital payment dan proses on-boarding di marketplace agar nantinya UMKM dapat menjalankan usahanya secara mandiri dan berdaya saing

“Tujuan kegiatannya untuk meningkatkan pemahaman dan keahlian pelaku UMKM mengenai pemasaran produk secara online dan penggunaan digital payment. Selain itu dapat meningkatkan keterbukaan pelaku UMKM untuk memanfaatkan ekosistem ekonomi digital e-commerce serta mendorong pelaku UMKM untuk terlibat langsung dalam ekosistem itu,” ucap dia.

Lanjut Fery, selain itu juga memberikan pemahaman dan meningkatkan kapasitas dan daya saing produk UMKM binaan BI dan mitra.