Oknum Pol PP Catut Nama Bupati Batalkan Pleno Pilkades Rafae. Bupati Belu : Saya Tidak Pernah Telpon Dia

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay mengambil tindakan tegas terhadap oknum Sat Pol PP Belu Wilhelmus Diaz yang mencatut nama Bupati Belu bubarkan Rapat Pleno Pilkades Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu pada Rabu (16/10/2019) lalu.

“Saya sudah panggil oknum Pol PP menanyakan kapan saya telpon, kapan saya perintah,” sebut Lay kepada awak media saat dikonfirmasi, Senin (21/10/2019) di Kantor Bupati, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Menurut Lay, saat dipanggil menghadap dia oknum Pol PP mengaku bahwa, dirinya bicara saat akan pleno tapi mereka warga desa tidak mau mengikutinya, terus saya gertak pake nama Bupati.

“Apakah ini etis, jadi saya minta ke Sat Pol PP untuk sampaikan permohonan maaf dan klarifikasi terbuka ke warga Desa Rafae,” tandas dia.

Kembali ditegaskan bahwa, dirinya tidak pernah menelpon oknum Pol PP. Itu semua bahasa yang dia angkat sendiri tanpa saya suruh dia. “Dia bilang saya perintah. kapan saya perintah dia, untuk buat begitu,” sebut Lay.

Dia berharap, kedepan hal itu tidak terulang lagi, tidak ada lagi oknum Pol PP maupun ASN lingkup Pemkab Belu lainnya yang melakukan atau bertindak serupa membawa-bawa nama Bupati.

Dituturkan bahwa, sampai saat ini dirinya belum mengetahui pasti kronologis penghentian rapat pleno Pilkades Rafae seperti apa. Kaitan langkah yang akan ditempuh oleh Penjabat Desa Rafae yang akan memproses dengan membuat surat ke Bupati belum diterimanya.

“Sampai sekarang belum bertemu dengan Penjabat Desa Rafae yang akan menyerahkan surat tertulis pengaduan oknum Pol PP,” ujar Lay.

Atas tindakan oknum Pol PP dirinya telah memerintahkan Kasat Pol PP untuk menangani sesuai dengan aturan yang berlaku. “Saya sudah perintahkan ke Pak Kasat Pol PP untuk bereskan ini. Seandainya dia oknum Pol PP salah silahkan diproses,” ketus Lay.

Sementara itu konteks Desa yang keberatan Pilkades jelas Lay, Pilkades sudah berjalan dengan baik tapi ada sembilan desa yang menyampaikan keberatan itu dan dirinya meminta agar masalahnya dipilah dulu keberatan seperti apa.

“Besok Pak Wakil Bupati akan pimpin rapat terkait beberapa hal, salah satu yang mendadak itu suara sah dan tidak sah. Intinya itu yang dibcarakan dan pemerrintah harus berikan jawaban soal itu,” pungkas Bupati Belu.