10 Anak Yatim Piatu Tersenyum di Panggung Festival Wonderful Indonesia, Napan 2019

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 10 orang anak Yatim Piatu asal desa Haumeni kecamatan Bikomi Utara, kabupaten Timor Tengah Utara hadir dalam event Festival Wonderful Indonesia, yang diselenggarakan Kemenpar RI didampingi ibu Serlinda Marut, pemerhati anak asal TTU.

10 anak yang bernaung dalam kelompok Indahnya Berbagi Kefamenanu ini, mendapat santunan berupa sembako dan alat tulis menulis.

Serlinda Marut, yang bergerak secara pribadi merangkul anak – anak yatim piatu sejak dua tahun terakhir, dengan penuh haru mengungkapkan kebahagiaan yang dirasakan. Menurutnya mereka bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI di tengah – tengah event berlangsung.

“Satu kebahagiaan tersendiri, bahwa ini nyata. Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata hadir bersama kami, berbagi kasih dengan anak – anak yatim piatu sehingga anak – anak merasa memiliki orang tua, keluarga dan masih ada yang peduli terhadap masa depan mereka”, ungkap Serlinda.

Berkesempatan menerima santunan, sangat disyukuri Serlinda. Pasalnya anak – anak yang dibawa menyaksikan event FWI selain merasa terhibur, mereka tidak dikucilkan. Menurutnya, santunan dan sembako yang diterima anak – anak akan sangat membantu”. Kami merasa sangat bersyukur mendapatkan kesempatan menerima santunan, ini akan dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh anak – anak”, lanjut Serlinda.

10 anak yatim piatu dibawa pimpinan Serlinda Marut, berdomisili di desa terdekat dengan lokasi kegiatan. Sementara sebanyak 73 anak lainnya berharap bisa mendapat kesempatan yang sama hadir di tengah event FWI selanjutnya.

“Saya sudah dapat 73 anak, dan hari ini baru bisa bawa 10 anak saja. Mereka ini tinggal di desa Haumeni dekat sekali dengan desa Napan, 63 orang anak yatim piatu lainnya tersebar di 15 desa yang berbeda dan jauh. 73 anak ini sudah terdata dan sementara saya mengurus mereka sekolah. Sementara mengantri 100 lebih anak lagi. Kenapa saya hadir di sini, ini merupakan petunjuk Tuhan bahwa saya tidak bergerak sendiri, masih ada banyak tangan – tangan kasih disiapkan Tuhan membantu saya. Salah satunya, pihak Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Bangga saya karena secara jujur saya sampaikan bahwa saya bergerak sendiri dan punya keterbatasan, pihak Kementerian Pariwisata sudah menunjukkan kepeduliannya pada anak – anak generasi penerus bangsa. Kiranya ini menjadi motivasi bagi yang lain” harap Serlinda.

Perwakilan Kemenpar RI, Herbin Saragi pun menyampaikan hal yang sama. Bahagia bisa menjadikan event FWI sebagai ajang berbagi kasih dengan saudara – saudara dan anak – anak yang membutuhkan. “Inilah bukti nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat. Kita tidak saja peduli dengan masalah ekonomi masyarakat di batas tapi juga terhadap masa depan anak – anak bangsa”, ungkap Saragi penuh haru.

Apa yang diberikan menurut Saragi, kiranya bisa bermanfaat dan sedikit membantu mememenuhi kebutuhan sehari – hari. “Walaupun yang kita berikan hanya sedikit bingkisan, tapi itu sangat bermakna. Kita ingin membuat semangat anak – anak itu selalu ada kita ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kedepannya mereka juga punya peluang besar menjadi generasi penerus yang berguna bagi bangsa dan negara. Semoga bantuan sembako dan alat tulus dari kami, bisa membantu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan sehari – hari mereka.

Pantauan media ini, event FWI yang berlangsung selama 2 hari, Jumat (18/10) dan Sabtu (19/10) ramai dikunjungi warga dua negara, RI – RDTL. Event ini tidak semata – mata menonjolkan kegiatan transaksi ekonomi tapi dimanfaatkan sebagai ajang temu kangen warga dua negara yang lama terpisah.