Jelang Pelantikan Presiden, TNI-Polri di Perbatasan RI-RDTL Gelar Apel Pengamanan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma’ruf Amin pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang, aparat gabungan TNI-Polri di Kabupaten Belu menggelar apel pengamanan.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing bertindak selaku pemimpin apel dan AKP Yance Seran komandan apel gelar pasukan TNI-Polri terkait pengamanan bertempat di lapangan Mapolres Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Jumat (18/10/2019).

Hadir dalam kegiatan apel gelar gabungan itu Danyon Raider Khusus 744/SYB, Perwira mewakili Kodim 1605/Belu, Perwira mewakili Satgas Yonif Raider 142/KJ, Wadanki Brimob Atambua, Perwira Polres Belu dan aparat gabungan
Kodim Belu, Yonif Raidersus 744, Sunden POM Atambua, Brimob serta Polres Belu.

Kepada awak media usai apel gelar pasukan, Kapolres Belu AKBP Christian Tobing menuturkan, kegiatan apel gelar kesiagaan TNI-Polri ini dalam rangka mendukung pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-20124 di Jakarta 20 Oktober mendatang.

Kaitan dengan hal itu, menurut Tobing, sejauh ini Polres Belu belum mendapat informasi terkait permintaan pasukan dari Mabes guna antisipasi hal yang tidak diinginkan. Kendati belum ada permintaan pihaknya tetap mempersiapkan pasukan guna penuhi permintaan.

“Meski belum ada permintaan pasukan, pada prinsipnya anggota standby. Apabila sewaktu-waktu diminta untuk membackup pengaman di pusat, kita sudah siapkan pasukan,” ujar dia.

Dikatakan, jajaran kepolisian dan TNI tetap melakukan pengamanan di wilayah tugas wilayah daerah Belu dan Malaka untuk mendukung keamanan tingkat nasional bertepatan dengan pelantikan Presiden.

“Sejauh ini kamtibmas di wilayah Belu dan Malaka kondusif. Kita tetap menjaga situasi keamanan di dua daerah aman, dan kita tetap standby pasukan,” ucap Tobing.

Masih menurut dia, apel kesiagaan TNI-Polri dalam rangka mendukung pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI sama dengan apel pengamanan lainnya. Namun ada penekanan-penekanan yang menjadi perhatian aparat keamanan seperti kesiapan personil, sarana dan prasarana, pengamanan dan pengawasan di pintu batas negara.

“Aparat keamanan juga peka terhadap isu-isu yang berpotensi mengganggu keamanan, secara khusus isu-isu melalui media sosial. Kita pastikan suasana di daerah Belu dan Malaka kondusif saat pelaksanaan pelantikan,” akhir Tobing.